Ternate (ANTARA) - Dalam momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 2026, semangat kebangkitan bangsa dimaknai tidak hanya sebagai refleksi sejarah perjuangan nasional, tetapi juga sebagai momentum perubahan cara pandang masyarakat dalam menghadapi tantangan pembangunan masa kini, khususnya isu stunting dan kualitas sumber daya manusia.

Perubahan cara pandang tersebut dinilai penting karena penanganan stunting tidak hanya dilakukan saat ibu memasuki masa kehamilan, melainkan perlu dimulai sejak usia remaja melalui penguatan edukasi, kesiapan kesehatan, dan peningkatan kualitas generasi muda.

Sebagai bentuk implementasi semangat kebangkitan tersebut, ANTAM Group melalui PT ANTAM Tbk UBPN Maluku Utara lewat program CSR dan ER ANTAM Gibest (Gizi Baik Cegah Risiko Stunting) menyelenggarakan kegiatan kelas prakonsepsi yang menyasar pelajar perempuan di SMA Negeri 1 Halmahera Timur secara berkelanjutan sejak 2024 hingga saat ini.

Program tersebut dilaksanakan dengan menggandeng tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan pihak sekolah guna memberikan edukasi terkait pencegahan stunting sejak dini melalui pemahaman mengenai gizi seimbang, kesehatan reproduksi, pola hidup sehat, serta pentingnya kesiapan calon orang tua di masa depan.

Program ini hadir sebagai jawaban atas tantangan tingginya risiko stunting yang selama ini masih banyak dipahami sebatas persoalan kesehatan ibu hamil dan balita. Padahal, berbagai faktor penyebab stunting juga berakar dari rendahnya pemahaman remaja terhadap kesehatan, pola makan, hingga kesiapan membangun keluarga sehat.

Karena itu, pendekatan preventif melalui edukasi kepada pelajar dinilai menjadi langkah strategis untuk memutus rantai stunting sejak hulu.

Dalam konteks tersebut, kebangkitan nasional diwujudkan melalui kebangkitan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya investasi kualitas generasi sejak usia sekolah.

Kegiatan kelas prakonsepsi ANTAM Gibest dilaksanakan melalui metode edukatif dan partisipatif, mulai dari sosialisasi interaktif, penyampaian materi kesehatan oleh tenaga medis, diskusi mengenai pola konsumsi sehat, hingga penguatan pemahaman pelajar terkait pentingnya kesehatan reproduksi dan perencanaan masa depan keluarga.

 

Pelajar perempuan SMA Negeri 1 Halmahera Timur mengikuti Kelas Prakonsepsi Program ANTAM Gibest yang digelar PT ANTAM Tbk UBPN Maluku Utara sebagai upaya edukasi pencegahan stunting sejak dini. ANTARA/HO-Antam

 

Melalui pendekatan tersebut, pelajar tidak hanya diposisikan sebagai penerima informasi, tetapi juga didorong menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan pemahaman positif di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar.

Selain menyasar peningkatan pengetahuan pelajar, program ini juga menjadi bagian dari komitmen PT ANTAM Tbk dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penguatan kolaborasi multipihak antara perusahaan, pemerintah, tenaga kesehatan, dan dunia pendidikan.

Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem sosial yang lebih peduli terhadap kesehatan generasi muda sekaligus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di wilayah Halmahera Timur.

Data Puskesmas Buli Tahun 2026 menunjukkan angka stunting di Kecamatan Maba menurun dari 17,81 persen menjadi 16,52 persen pada triwulan I 2026 atau turun sebesar 1,29 persen.

North Maluku Region CSR dan ER Bureau Head Krisno Budiharto mengatakan persoalan stunting menjadi tanggung jawab bersama sehingga membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Sebelumnya, program CSR dan ER PT ANTAM Tbk UBPN Maluku Utara juga telah menjalankan program pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal hasil riset ahli gizi Maluku Utara, kelas prakonsepsi bagi wanita usia subur, hingga pemberian vitamin kepada ibu hamil.

"Melalui pendekatan preventif kepada pelajar dan generasi muda khususnya di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, diharapkan makin memberikan dampak positif di masa yang akan datang," ujar Krisno.

Momentum Hari Kebangkitan Nasional menjadi pengingat bahwa tantangan pembangunan bangsa saat ini tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Melalui pendekatan preventif, edukatif, dan partisipatif yang dijalankan dalam program ANTAM Gibest, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting dapat tumbuh lebih kuat sejak usia remaja.



Pewarta: Abdul Fatah
Editor : Luqman Hakim

COPYRIGHT © ANTARA 2026