Ambon, Maluku (ANTARA) - Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Ambon, Maluku, menyiapkan sumber daya manusia (SDM) sektor kelautan dan perikanan, yang unggul dan berdaya saing global, melalui penguatan kolaborasi pendidikan, pelatihan, dan kebutuhan industri.

Kepala BPPP KKP Ambon Abubakar di Ambon, Maluku, Rabu, mengatakan penguatan kapasitas SDM menjadi langkah strategis untuk mendukung kemajuan sektor kelautan dan perikanan di Maluku yang memiliki potensi sumber daya laut besar.

"Sinergi ini penting untuk memastikan SDM perikanan di Maluku memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, baik di tingkat nasional maupun internasional," katanya.

Ia menjelaskan BPPP Ambon menerima kunjungan Direktur Akademi Maritim Maluku (AMM) bersama jajaran, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, serta sejumlah SMK jurusan Nautika Kapal Perikanan.

Kunjungan tersebut menjadi langkah awal membangun kolaborasi penguatan kapasitas SDM sektor kelautan dan perikanan di Provinsi Maluku.

Menurut Abubakar, melalui kerja sama lintas lembaga tersebut diharapkan lahir tenaga kerja kelautan dan perikanan yang kompeten, profesional, dan mampu bersaing di tingkat global.

"Kami ingin membangun ekosistem pendidikan dan pelatihan yang terintegrasi sehingga lulusan SMK maupun lembaga pendidikan maritim memiliki kesiapan kerja yang lebih baik," ujarnya.

Selain memperkuat jejaring pendidikan, BPPP Ambon juga menjalin sinergi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Maluku guna menyiapkan tenaga kerja siap pakai untuk memenuhi kebutuhan industri perikanan dalam dan luar negeri.

Salah satu langkah yang disiapkan yakni penetapan BPPP Ambon sebagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) untuk memperluas akses pelatihan bagi pencari kerja di sektor kelautan dan perikanan.

Abubakar menambahkan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) melalui BPPP Ambon juga bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam mendukung peningkatan kualitas pelatihan.

Kerja sama tersebut mencakup penyiapan tenaga ahli asal Jepang yang akan berkantor di BPPP Ambon serta rencana bantuan sarana laboratorium bahasa Jepang sebagai pusat pelatihan di kawasan timur Indonesia.

"Fasilitas ini nantinya diharapkan meningkatkan kesiapan tenaga kerja asal Maluku yang akan bekerja di Jepang, terutama dalam penguasaan bahasa dan pemahaman budaya kerja," katanya.

Ia menilai penguatan kompetensi dan sertifikasi tenaga kerja menjadi faktor penting agar SDM kelautan dan perikanan dari Maluku mampu menjawab kebutuhan industri global yang terus berkembang.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026