Ambon (ANTARA) -

Badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Ambon, Maluku meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui kegiatan supervisi dan monitoring di Puskesmas Un, Kota Tual.

“Kami berharap hasil supervisi ini dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan kepuasan peserta JKN yang berobat di Puskesmas Un,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon Harbu A Hakim di Ambon, Senin.

Kunjungan tersebut untuk memantau dan mengevaluasi sejumlah aspek pelayanan kesehatan kepada peserta JKN sesuai perjanjian kerja sama antara Dinas Kesehatan Kota Tual dan BPJS Kesehatan Cabang Ambon.

Dalam supervisi itu, BPJS Kesehatan menilai pelaksanaan Program JKN di Puskesmas Un secara umum telah berjalan efektif. Namun, masih terdapat beberapa hal yang perlu dioptimalkan, salah satunya pemanfaatan antrean daring melalui aplikasi Mobile JKN.

Ia mengatakan pemanfaatan antrean daring di Mobile JKN perlu ditingkatkan agar mencapai target 74 persen.

“Agar dioptimalkan pemanfaatan antrean online di aplikasi Mobile JKN sesuai target 74 persen. Selain itu, dapat menempatkan petugas duta Mobile JKN lebih dari satu orang untuk membantu edukasi peserta dalam proses mengunduh, registrasi, dan pengambilan antrean online,” ujarnya.

Selain itu, BPJS Kesehatan mendorong pemanfaatan aplikasi i-Care BPJS Kesehatan untuk membantu tenaga medis dalam pelayanan di puskesmas.

“Petugas Pcare diharapkan dapat secara real time melakukan penginputan data dan mengarahkan pasien untuk mengisi kesan dan pesan setelah melakukan pelayanan di puskesmas,” katanya.

Kepala Puskesmas Un Dina LM Oraplean mengatakan kegiatan monitoring tersebut membantu pihaknya mengetahui berbagai aspek pelayanan yang masih perlu ditingkatkan.

“Kami para tenaga medis dan non-medis di Puskesmas Un selalu berupaya dan berkomitmen untuk mencapai target yang telah ditetapkan oleh BPJS Kesehatan, termasuk target yang diharapkan tercapai pada Mei 2026,” ujar dia.

Menurutnya, pencapaian target pelayanan juga perlu didukung dengan pemenuhan sarana dan prasarana di puskesmas.

“Untuk mencapai target, harus didukung juga dengan pemenuhan sarana dan prasarana sehingga implementasi sistem antrean online bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.

BPJS Kesehatan juga secara rutin melaksanakan diskusi kelompok terpumpun bersama fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) guna mengingatkan kembali teknis indikator kepatuhan pelayanan kesehatan.



Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026