Ambon (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku mencatat sebanyak 2.521 ekor hewan kurban dilalulintaskan di wilayah Maluku selama periode Idul Adha 2026 atau meningkat 10,07 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 2.298 ekor.

“Kenaikan ini menunjukkan meningkatnya aktivitas distribusi hewan kurban antarwilayah di Maluku menjelang Idul Adha tahun ini,” kata Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan di Ambon, Jumat.

Ia menjelaskan, ribuan ternak tersebut terdiri atas 1.991 ekor sapi, 315 ekor kambing, dan 215 ekor kerbau yang telah melalui tindakan karantina dan pengawasan kesehatan oleh petugas.

Lanjutnya, sebelum hewan kurban dilalulintaskan antarwilayah, petugas Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) terlebih dahulu melakukan serangkaian prosedur karantina guna memastikan ternak dalam kondisi sehat dan aman.

Pemeriksaan diawali dengan pengecekan dokumen kesehatan hewan, termasuk Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan sertifikat veteriner, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik oleh dokter hewan karantina untuk mendeteksi adanya gejala penyakit menular seperti penyakit mulut dan kuku (PMK).

Selain itu, petugas juga melakukan pengawasan biosekuriti terhadap kandang maupun alat angkut ternak agar tetap higienis dan tidak menjadi media penyebaran penyakit. Apabila seluruh persyaratan telah terpenuhi dan hewan dinyatakan sehat, maka BKHIT menerbitkan sertifikat pelepasan sebagai izin resmi sebelum ternak didistribusikan ke daerah tujuan.

Menurut dia, pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh hewan yang dilalulintaskan dalam kondisi sehat serta aman untuk didistribusikan kepada masyarakat.

“Setiap hewan kurban yang masuk maupun keluar wilayah dipastikan memenuhi persyaratan kesehatan hewan dan biosekuriti agar distribusi berjalan aman,” ujarnya.

Data BKHIT Maluku mencatat lalu lintas hewan kurban terbesar terjadi di wilayah kerja Kabupaten Kobisadar dengan total 1.143 ekor pada 2026, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 932 ekor.

Sementara itu, wilayah kerja Namlea juga mengalami peningkatan dari 308 ekor pada 2025 menjadi 472 ekor pada 2026. Sedangkan wilayah Tual tercatat mengalami penurunan dari 1.058 ekor menjadi 906 ekor.

Willy mengatakan pihaknya terus memperkuat pengawasan di pelabuhan maupun titik pemasukan dan pengeluaran ternak guna mencegah penyebaran penyakit hewan menular strategis.

Selain itu, koordinasi dengan pemerintah daerah, peternak, dan pelaku usaha juga terus dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi hewan kurban selama momentum Idul Adha.

“Kami berkomitmen memastikan hewan sehat, lalu lintas aman, dan masyarakat merasa nyaman dalam pelaksanaan Idul Adha,” katanya.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026