Ambon, Maluku (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku menggandeng aparat TNI untuk memperkuat sinergi pengawasan lalu lintas barang dan komoditas antarwilayah guna mencegah penyebaran hama dan penyakit yang dapat mengancam sumber daya hayati nasional.
Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan di Ambon, Maluku, Sabtu mengatakan kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pemeriksaan intensif barang bawaan penumpang di Terminal Penumpang Pelabuhan Yos Sudarso Ambon menjelang keberangkatan KM Dorolonda tujuan Kota Sorong, Papua Barat Daya.
"Setiap barang bawaan penumpang yang berupa hewan, ikan, tumbuhan maupun produk turunannya wajib melalui pemeriksaan karantina. Kami memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai ketentuan dengan pelayanan yang cepat, mudah, dan optimal sehingga masyarakat tetap nyaman sekaligus terlindungi dari risiko penyebaran hama dan penyakit yang dapat mengancam ekosistem sumber daya hayati," katanya.
Ia menjelaskan pengawasan tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh komoditas yang dilalulintaskan telah memenuhi persyaratan karantina serta memberikan perlindungan terhadap sumber daya hayati dari ancaman Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).
Menurut Willy, keterlibatan aparat TNI dalam kegiatan pengawasan merupakan bagian dari sinergi antarlembaga negara dalam mendukung pengamanan wilayah dan penegakan aturan terkait lalu lintas komoditas yang berpotensi membawa risiko biologis.
Ia mengatakan kerja sama tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan yang mengatur penyelenggaraan sistem karantina untuk mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya hama serta penyakit dari satu area ke area lainnya.
Selain itu, dukungan TNI juga mengacu pada Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia yang mengatur pelaksanaan operasi militer selain perang, termasuk membantu tugas pemerintah di daerah, menjaga keamanan objek vital serta mendukung penegakan ketertiban dan keamanan sesuai kewenangan yang dimiliki.
"Dalam pelaksanaan pengawasan di lapangan, petugas karantina tetap menjalankan fungsi teknis pemeriksaan dan sertifikasi. Sedangkan aparat TNI memberikan dukungan pengamanan serta membantu memastikan proses pengawasan berjalan tertib dan efektif," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan dan pemindaian (screening) terhadap bagasi serta barang bawaan penumpang. Penumpang yang membawa hewan, ikan, tumbuhan maupun produk turunannya diwajibkan melapor kepada petugas untuk menjalani pemeriksaan fisik serta verifikasi dokumen kesehatan dan sertifikat karantina.
Willy menyampaikan penguatan sinergi dengan TNI menjadi bagian penting dalam menjaga sistem biosekuriti nasional, terutama di wilayah kepulauan seperti Maluku yang memiliki mobilitas komoditas antarpulau cukup tinggi.
Melalui pengawasan terpadu tersebut, BKHIT Maluku berharap kesadaran masyarakat untuk mematuhi ketentuan karantina semakin meningkat sehingga lalu lintas komoditas dapat berlangsung aman, sehat, dan sesuai peraturan yang berlaku.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.