Ambon (ANTARA) -
Pemerintah Provinsi Maluku mendorong Festival Ketupat di Dusun Telaga Kodok, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah menjadi agenda wisata budaya unggulan yang mampu menarik wisatawan domestik dan mancanegara.
“Festival Ketupat juga dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya dan masyarakat,” kata Sekretaris Daerah Maluku Sadali Ie di Ambon, Sabtu.
Ia menilai kegiatan semacam ini penting untuk menjaga dan melestarikan tradisi budaya lokal sekaligus memperkuat identitas masyarakat Maluku sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi nilai toleransi.
Dia mengatakan festival yang digelar masyarakat setelah perayaan Idul Adha itu juga menjadi simbol kekuatan persaudaraan masyarakat Maluku.
“Mengusung tema ‘Datang sebagai tamu, pulang sebagai keluarga’ dalam bingkai hidup orang basudara, satu ketupat seribu cerita, mengandung makna bahwa setiap orang yang datang ke Maluku akan diterima dengan hati terbuka, dihormati sebagai saudara, dan pulang membawa kenangan serta kasih persaudaraan,” ujarnya.
Ia mengatakan di balik sajian ketupat yang sederhana tersimpan nilai-nilai toleransi, gotong royong, dan persatuan masyarakat yang hidup rukun dalam keberagaman.
Ia berharap, festival tersebut terus dikembangkan sehingga menjadi agenda wisata budaya unggulan yang mampu menarik wisatawan untuk menikmati keindahan alam, kekayaan budaya, serta keramahan masyarakat Maluku.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempererat persatuan, menjaga nilai-nilai budaya, dan menanamkan semangat kebersamaan kepada generasi muda agar warisan ini tetap hidup sepanjang masa,” ucapnya.
Festival Ketupat 2026 diikuti puluhan kelompok masyarakat yang menghadirkan ribuan ketupat dan beragam kuliner tradisional, menjadikannya salah satu perayaan budaya masyarakat pesisir Leihitu yang terus lestari dari generasi ke generasi.
Festival Ketupat Telaga Kodok mulai diselenggarakan pada 2022 sebagai tradisi masyarakat setempat. Festival ini digagas sebagai wadah mempererat tali silaturahim antar-warga setelah perayaan Idul Adha, sekaligus menjaga nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Sejak pertama kali dilaksanakan, festival tersebut identik dengan penyajian puluhan ribu ketupat lengkap dengan beragam lauk khas Maluku yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat dan pengunjung.
Seluruh rangkaian kegiatan diselenggarakan secara swadaya melalui semangat gotong royong warga, mulai dari pengumpulan dana hingga persiapan sajian yang menjadi daya tarik utama festival.
Festival Ketupat Telaga Kodok juga diharapkan mampu mendukung pengembangan potensi dusun sebagai destinasi wisata budaya dan kuliner di Maluku.
Pewarta: Winda HermanEditor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.