Ambon (ANTARA) -
Festival Ketupat di Dusun Telaga Kodok, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, kembali digelar meriah pada Sabtu (30/5), dengan menyajikan 40.552 ketupat bagi masyarakat.
“Festival Ketupat ini merupakan warisan budaya yang memiliki nilai kebersamaan, persaudaraan, dan gotong royong yang sangat kuat. Tradisi seperti ini harus terus dijaga dan dilestarikan oleh generasi muda,” kata Sekretaris Daerah Maluku Sadali Ie di Ambon, Sabtu.
Festival yang mengusung tema “Satu Ketupat Seribu Cerita” itu selain menyajikan puluhan ribu ketupat juga menyiapkan 48 stan yang menghadirkan berbagai kuliner dan produk masyarakat setempat. Jumlah ketupat yang disajikan meningkat dibandingkan tahun 2025 yang hanya mencapai sekitar 39 ribu ketupat.
Sadali mengatakan Festival Ketupat Telaga Kodok bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan persaudaraan masyarakat Maluku yang harus terus dijaga.
Menurut dia, pelaksanaan festival tersebut juga menjadi sarana memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Maluku memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Telaga Kodok yang terus menjaga tradisi ini. Kegiatan seperti ini memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar dia.
Ketua Panitia Festival Ketupat Sutomo Sanger mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan melestarikan tradisi yang telah diwariskan turun-temurun, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Festival ketupat tahun ini pertama untuk meningkatkan silaturahmi antar orang hidup basudara. Kemudian meningkatkan pendapatan masyarakat melalui penjualan minuman dan berbagai produk yang disediakan di setiap stan,” katanya.
Ia menjelaskan, antusiasme masyarakat terlihat dari meningkatnya jumlah ketupat yang disiapkan pada tahun ini.
“Tahun ini jumlah ketupat meningkat menjadi 40.552 buah ketupat. Harapannya kegiatan ini berjalan dengan baik dan ke depan bisa dilaksanakan lebih besar lagi,” ujar dia.
Festival Ketupat Telaga Kodok di kawasan Leihitu tersebut telah menjadi tradisi tahunan setiap setelah Hari Raya Idul Adha, sebagai bentuk ajang silaturahmi dan bentuk persaudaraan orang Maluku, sekaligus ajang promosi kuliner dan budaya lokal yang memperlihatkan tingginya partisipasi masyarakat.
Setiap warga yang datang akan diajak makan ketupat dengan lauk yang disediakan. Selain ketupat, warga Telaga Kodok juga menyediakan kuliner lokal lainnya, dan warga bebas memilih stan mana saja dan dapat makan sepuasnya tanpa secara gratis.
Pewarta: Winda HermanEditor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.