Ambon (ANTARA) - Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku mengawal ekspor 16.863 ekor ikan hidup senilai Rp4,7 miliar ke Hong Kong.

Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan di Ambon, Rabu, mengatakan pengawasan dilakukan secara menyeluruh terhadap proses ekspor yang menggunakan kapal angkut MV Putri Ayu 8 untuk menjamin ikan yang dikirim bebas dari hama dan penyakit ikan karantina (HPIK).

"Kami memberikan pelayanan optimal melalui pendampingan teknis dan percepatan proses sertifikasi bagi pelaku usaha. Di sisi lain, kami menerapkan perlindungan maksimal sebagai garda terdepan untuk memastikan produk perikanan Maluku yang dikirim benar-benar sehat dan memenuhi standar ketat negara tujuan," katanya.

Ia menjelaskan komoditas  milik PT Rajawali Laut Timur yang diekspor terdiri atas 9.982 ekor ikan kerapu hidup dan 6.881 ekor ikan kakatua dengan total nilai ekonomi mencapai Rp4,7 miliar.

Menurut Willy, pengawasan karantina menjadi tahapan penting dalam mendukung kelancaran ekspor, terutama untuk komoditas ikan hidup yang membutuhkan penanganan khusus selama proses pengiriman.

BKHIT Maluku, kata dia, memastikan seluruh prosedur pemeriksaan kesehatan ikan dilakukan secara ketat sebelum keberangkatan guna meminimalkan risiko penyebaran penyakit serta menjaga kualitas ikan selama perjalanan menuju Hong Kong.

"Tantangan logistik untuk komoditas ikan hidup membutuhkan ketelitian tinggi. Karena itu, pemeriksaan kesehatan dan kelayakan pengiriman dilakukan secara mendalam agar komoditas tetap dalam kondisi baik hingga tiba di negara tujuan," ujarnya.

Ia menambahkan keberhasilan ekspor tersebut menunjukkan potensi besar sektor perikanan Maluku dalam menembus pasar internasional sekaligus menjadi kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain memberikan pelayanan kepada pelaku usaha, BKHIT Maluku juga terus memperkuat fungsi perlindungan sumber daya hayati melalui pengawasan lalu lintas komoditas perikanan agar produk yang diekspor tetap berkualitas dan memenuhi ketentuan internasional.

Willy menegaskan, pihaknya terus mendukung peningkatan ekspor perikanan Maluku melalui layanan karantina yang cepat, profesional, dan sesuai standar, sehingga daya saing produk perikanan daerah di pasar global dapat terus meningkat.

"Komitmen kami adalah menjaga kualitas dan keamanan komoditas ekspor asal Maluku sekaligus memberikan kemudahan layanan bagi pelaku usaha agar produk perikanan daerah semakin mampu bersaing di pasar internasional," katanya.

 



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026