Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya akan memfasilitasi komersialisasi pabrik fraksionasi plasma pertama di Indonesia melalui kemitraan strategis agar proses hilirisasi berjalan optimal.
Menkes Budi di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa pemerintah akan terus mengawal regulasi dari sisi hulu hingga hilir, dengan fokus jangka pendek pada penguatan sisi pasokan (supply side) di pusat-pusat plasma (plasma centers) nasional guna menjamin ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan.
"Kami pasti mendukung penuh dan mencari cara terbaik untuk menstrukturkan kerja sama ini dengan baik. Pemerintah dapat bergerak melalui integrasi dengan institusi seperti Danantara maupun sinergi dengan holding BUMN farmasi seperti Bio Farma," ujarnya.
Dia menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan akan memfasilitasi kemitraan strategis ini melalui integrasi ekosistem kelembagaan pemerintah agar proses hilirisasi berjalan optimal.
Menkes memastikan kerja sama ini benar-benar berjalan dan memberikan dampak nyata, bukan sekadar tanda tangan di atas kertas.
”Ke depan, kita akan menyusun peta jalan jangka panjang industri layanan kesehatan Indonesia untuk 5, 15, hingga 30 tahun mendatang yang mencakup sektor farmasi, layanan rumah sakit hingga alat kesehatan," katanya.
Menurutnya, jika pembangunan pabrik plasma untuk produksi bahan baku obat lokal, vaksin dan obat inovatif lainnya dapat dikejar lagi, ketahanan kesehatan nasional akan sangat kuat.
Apresiasi pemerintah terhadap efisiensi regulasi dan kecepatan eksekusi di lapangan terbukti dari lini masa proyek yang berjalan masif sejak perubahan regulasi dilakukan pada tahun 2023 dan ditargetkan beroperasi penuh pada tahun 2027.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur SKPlasma Core Indonesia Hyunho Roh menyatakan kesiapannya untuk melangkah ke fase berikutnya, termasuk pengembangan bank plasma di Indonesia serta riset farmasi tingkat lanjut.
"Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan berkelanjutan dari Kementerian Kesehatan. Saat pertama kali kami datang ke Kemenkes untuk meminta izin usaha, kami berjanji akan membangun pabrik fraksionasi plasma ini dalam waktu dua tahun, dan hari ini pabrik tersebut telah selesai dibangun. Saat ini kami sedang menunggu proses komersialisasi,” ujar Hyunho.
Pihaknya siap memulai perjalanan baru bersama Indonesia, tidak hanya untuk pengumpulan plasma melalui bank plasma, tetapi juga mengembangkan industri baru di bidang farmasi, manufaktur API lokal, serta pengembangan vaksin.
“Jika Kemenkes memberikan kesempatan berikutnya, kami akan memberikan kemampuan terbaik kami untuk menjaga komitmen tersebut," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menkes fasilitasi hilirisasi plasma perkuat kemandirian nasional
Pewarta: Mecca Yumna Ning PrisieUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.