Ambon (ANTARA) - Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (FK Unpatti) mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan HIV sekaligus pentingnya pemeriksaan atau skrining dini melalui kegiatan Health Up 2026: Seminar Edukasi dan Screening HIV.
“Hal ini sebagai upaya meningkatkan kesadaran kesehatan serta mengurangi stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA),” kata Dekan FK Unpatti dr. Farah Christina Noya, di Ambon, Kamis.
Dirinya mengatakan edukasi dan deteksi dini menjadi langkah penting dalam menekan penularan HIV serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Kami menekankan pentingnya peran tenaga kesehatan dan mahasiswa kedokteran dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui edukasi dan pencegahan. Pemahaman yang benar mengenai HIV sangat diperlukan agar masyarakat tidak hanya mampu melindungi diri, tetapi juga menghilangkan stigma terhadap ODHA," katanya.d
Farah menjelaskan pencegahan HIV dapat dilakukan melalui sejumlah langkah, antara lain menghindari perilaku berisiko, menerapkan hubungan seksual yang aman dan bertanggung jawab, tidak berbagi penggunaan jarum suntik, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi kelompok yang memiliki faktor risiko.
Selain itu, masyarakat juga perlu meningkatkan pengetahuan mengenai cara penularan HIV sehingga tidak mudah terpengaruh informasi yang keliru.
"HIV tidak menular melalui kontak sosial biasa seperti berjabat tangan, berpelukan, menggunakan peralatan makan yang sama, atau berinteraksi sehari-hari. Karena itu edukasi yang benar menjadi kunci untuk mencegah diskriminasi terhadap ODHA," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari dosen FK Unpatti dr. Ritha Tahitu dan Direktur Yayasan Pelangi Maluku Rosana C. Karamoy, mengenai HIV/AIDS, upaya pencegahan, pentingnya deteksi dini, serta penghapusan stigma terhadap penyandang HIV/AIDS.
Sementara itu Direktur Yayasan Pelangi Maluku Rosana C. Karamoy mengatakan pencegahan HIV dapat dilakukan melalui berbagai langkah yang berfokus pada pengurangan risiko penularan virus. Salah satu cara utama adalah menerapkan perilaku seksual yang aman dan bertanggung jawab, seperti setia pada satu pasangan serta menggunakan kondom secara benar dan konsisten saat berhubungan seksual.
Risiko penularan juga dapat ditekan dengan menghindari penggunaan jarum suntik secara bergantian, termasuk untuk penggunaan narkotika, tato, maupun tindik yang tidak menggunakan peralatan steril. Selain itu, masyarakat dianjurkan untuk melakukan tes HIV secara berkala, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko, sehingga infeksi dapat diketahui lebih dini dan penanganan dapat segera diberikan.
“Bagi orang yang hidup dengan HIV, kepatuhan menjalani terapi ARV dapat menekan jumlah virus dalam tubuh hingga tidak terdeteksi, sehingga risiko penularan kepada orang lain menjadi sangat rendah,” kata dia.
Ia melanjutkan, disamping langkah-langkah tersebut, edukasi kepada masyarakat memegang peranan penting dalam pencegahan HIV. Pemahaman yang benar mengenai cara penularan virus dapat membantu masyarakat menghindari perilaku berisiko sekaligus mengurangi stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
“Peningkatan literasi kesehatan dan kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya menekan angka penularan HIV serta menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung bagi ODHA,” kata dia.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.