Ambon (ANTARA) -

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku mengampanyekan pelestarian burung paruh bengkok di Kabupaten Kepulauan Aru guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga satwa endemik yang menjadi kekayaan hayati daerah tersebut.

“Kampanye tersebut merupakan bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pelestarian burung paruh bengkok yang menjadi salah satu kekayaan keanekaragaman hayati khas Kepulauan Aru,” kata Polisi Kehutanan (Polhut) BKSDA Maluku Irwan, di Ambon, Jumat.

Kampanye konservasi itu dilaksanakan dalam rangka memperingati World Parrot Day melalui kerja sama antara Perkumpulan Konservasi Kakatua Indonesia (KKI), BKSDA Maluku melalui Resort Dobo, UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kepulauan Aru, serta Kepolisian Resor Kepulauan Aru.

Kegiatan berlangsung di kawasan Tugu Mutiara, Kabupaten Kepulauan Aru, dengan melibatkan masyarakat yang melintas di lokasi tersebut.

Melalui pendekatan persuasif dan partisipatif, para pihak memberikan informasi terkait nilai ekologis, status perlindungan, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung upaya konservasi satwa liar.

Kegiatan kampanye dilakukan melalui pembagian leaflet dan poster edukatif yang berisi informasi mengenai jenis-jenis burung paruh bengkok, ancaman yang dihadapi di habitat alaminya, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mendukung pelestarian satwa tersebut.

“Selain memberikan edukasi, kegiatan itu juga bertujuan membangun pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga keberlangsungan populasi burung paruh bengkok di alam liar,” ujarnya.

BKSDA Maluku berharap kampanye tersebut dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, khususnya di wilayah Kepulauan Aru yang dikenal memiliki keanekaragaman satwa endemik bernilai konservasi tinggi.

“Melalui sinergisitas berbagai pihak, upaya pelestarian satwa dilindungi diharapkan semakin kuat sehingga dapat menjamin keberlangsungan habitat dan populasi burung paruh bengkok di masa mendatang,” ucap Irwan.



Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026