Jakarta (ANTARA) - Pemenang pertandingan level tinggi seperti laga Piala Dunia biasanya ditentukan oleh bagaimana sebuah tim menguasai lapangan tengah.
Para pemain di sektor ini, yakni para gelandang, adalah para pengendali permainan, pengatur tempo pertandingan, perancang serangan, pelapis pertahanan, perusak serangan lawan, dan bahkan pencipta peluang.
Mereka menjadi aktor utama ketika sebuah tim bertransisi dari bertahan ke menyerang atau sebaliknya, dan menentukan daya tahan sebuah tim.
Sukses dan kepiawaian mereka dalam menjalankan semua fungsi itu menjadi jaminan timnya mencatat kemenangan atau tidak kalah, yang akhirnya bisa diganjar dengan trofi Piala Dunia.
Bukti termutakhir terjadi empat tahun silam ketika Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar.
Walau sukses Argentina itu juga menyangkut mental dan kohesi tim, serta keterampilan para pemain di sektor lain, para gelandang adalah bagian vital yang membuat La Albiceleste mengendalikan laga.
Peran itu dijalankan dengan sangat baik oleh trio gelandang; Enzo Fernandez, Rodrigo de Paul, dan Alexis Mac Allister.
Penitikberatan permainan pada bagaimana tim mendominasi lapangan tengah seperti dilakukan trio Argentina pada 2022, akan berlaku juga pada Piala Dunia 2026 yang segera kickoff Jumat dini hari pekan depan di Meksiko.
Piala Dunia edisi 48 tim ini juga dituanrumahi Amerika Serikat dan Kanada, sampai 20 Juli.
Seperti pada sebagian besar dari 22 edisi sebelumnya, Piala Dunia 2026 juga bakal menjadi arena unjuk peran penting para gelandang.
Tapi mungkin hanya sebagian kecil tim yang dianugerahi dengan gelandang-gelandang elite.
Di antara sebagian kecil itu adalah Inggris, Portugal, Spanyol, dan Prancis. Keempat tim ini memiliki kemewahan oleh hadirnya begitu banyak gelandang elite di dalam skuad mereka.
Argentina tetap menyimpan energi hebat di tengah, dan akan kembali mengandalkan triumvirat Fernandez-de Paul-Mac Allister.
Demikian pula dengan Brasil yang akan dipimpin gelandang veteran, Casemiro. Belanda yang memiliki Frenkie de Jong juga begitu atau Federico Valverde yang vital bagi Uruguay.
Portugal paling lengkap
Namun di antara semua tim Piala Dunia 2026, yang dikarunia oleh gelandang-gelandang hebat yang lagi naik daun, adalah Portugal.
Tiga dari 10 gelandang terbaik di dunia saat ini berasal dari Portugal. Mereka adalah Joao Neves dan Vitinha, yang bermain untuk Paris Saint Germain, serta Bruno Fernandes yang membela Manchester United.
Vitinha belum lama ini dinobatkan sebagai pemain terbaik final Liga Champions yang dimenangkan oleh PSG setelah mengalahkan Arsenal dalam partai pamungkas, sedangkan Bruno Fernandes menjadi pemain terbaik Liga Premier tahun ini.
Vitinha adalah bagian inti dari fondasi sukses PSG dalam tiga musim belakangan, yang di antaranya mewujud dalam bentuk dua trofi Liga Champions.
Sedangkan Bruno Fernandes menjadi aktor intelektual di balik melesatnya lagi Manchester United ke papan atas Liga Premier hingga bisa bertarung kembali dalam kompetisi Liga Champions.
Tak hanya trio gelandang kreatif, ulet dan visioner itu, Portugal juga masih memiliki Bernardo Silva yang turut menjadi fondasi sukses Manchester City.
Masih ada Matheus Nunes yang juga sering berperan sebagai bek sayap, ditambah Ruben Neves, yang kini bermain di Liga Saudi.
Dengan kemewahan di lapangan tengah, Portugal berpotensi menjadi juara dunia baru yang menembus dominasi Brasil, Argentina, Jerman, Uruguay, Prancis, Spanyol, Inggris, dan Italia, yang kembali absen tahun ini.
Tim kedua yang dilimpahi gelandang-gelandang hebat adalah Inggris. The Three Lions memiliki Declan Rice yang terlalu instrumental dalam kisah sukses Arsenal dua tahun terakhir, sampai menjuarai Liga Inggris setelah 22 tahun tak bisa melakukannya.
Inggris juga memiliki Jude Bellingham yang sangat penting di Real Madrid, Kobbie Mainoo yang turut mengerek Manchester United kembali ke tempat yang seharusnya.
Inggris masih memiliki Elliot Anderson yang menjadi mitra ideal untuk Rice di sumbu permainan Inggris.
Sepanjang musim ini, tak ada pemain Liga Inggris yang menyentuh bola dan memenangkan duel udara yang lebih banyak daripada yang dilakukan Anderson.
Pemain Nottingham Forest ini sukses mengirimkan 2.080 umpan, melebihi gelandang mana pun di Liga Inggris, termasuk Bernardo Silva, Dominik Szoboszlai dan Rice.
Thomas Tuchel akan mengeksploitasi kelebihan Anderson ini. Duetnya bersama Rice, akan menjadi salah satu duo gelandang yang mendominasi Piala Dunia nanti.
Bagian paling mengasyikan
Dua favorit terkuat juara dunia tahun ini, yakni Spanyol dan Prancis, juga dianugerahi gelandang-gelandang hebat yang membuat Dewi Fortuna memihak mereka.
Tapi anugerah itu membuat pusing pelatih Luis de la Fuente karena bisa menyulitkannya dalam menentukan gelandang mana yang harus dimainkan lebih dulu.
Dia memiliki Rodri yang peraih Ballon d'Or dan duet Pedri-Gavi yang memanaskan ruang mesin utama permainan Barcelona. Ketiga gelandang disebut-sebut sebagai penerus trio gelandang legendaris Spanyol; Sergio Busquets, Andres Iniesta dan Xavi.
Spanyol juga masih memiliki Fabian Ruiz yang baru mengantarkan PSG menjuarai Liga Champions, Martin Zubimendi yang bersinar di Arsenal, ditambah gelandang Atletico Madrid Alex Baena dan Mikel Merino yang ikut menjaga keseimbangan permainan Arsenal.
Spanyol akan bertumpu kepada gelandang-gelandang ini untuk menguasai lalu lintas bola, mendikte laga, merancang serangan, dan mengacaukan serangan lawan agar kerja tim pertahanan Spanyol menjadi lebih mudah.
Penekanan sama terjadi pada Prancis. Les Bleus akan mengandalkan gelandang veteran N'Golo Kante, untuk menyerap energi lawan dan mengelola energi mereka sendiri guna mengoptimalkan sepak bola efisien ala Prancis.
Jika Spanyol menitikberatkan pada penguasaan bola, maka lini tengah Prancis menitikberatkan pengaturan tempo dan kejelian dalam kapan melancarkan transisi cepat, terutama dari bertahan ke menyerang.
Keputusan membawa kembali Kante dan juga Adrien Rabiot menunjukkan pelatih Didier Deschamps membutuhkan senioritas untuk menyeimbangkan mental talenta-talenta muda lini tengah, yang di dalamnya diisi Michael Olise, Rayan Cherki, Warren Zaire-Emery, dan Aurelien Tchouameni.
Kombinasi veteran dan bakat muda seperti itu juga dipasang oleh pelatih Julian Nagelsmann dalam skuad Jerman.
Joshua Kimmich dan Angelo Stiller akan menjadi kombinasi tua-muda yang menjadi batu karang di tengah permainan Jerman, sedangkan gelandang serang Florian Wirtzn dan Jamal Musiala siap meneror dan memecah konsentrasi lawan.
Sepak terjang para gelandang ini akan menjadi salah satu bagian sangat mengasyikkan dalam Piala Dunia 2026.
Kaki, kepala dan visi mereka bakal menjadi faktor terpenting bagaimana sebuah tim memenangkan pertandingan dan akhirnya mengangkat trofi Piala Dunia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Aksi jenderal lapangan tengah bagian paling menarik dari Piala Dunia
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.