Ambon (ANTARA) - Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku memeriksa sebanyak 10 ton komoditas pala yang akan diekspor ke Belanda sebagai upaya memastikan produk unggulan daerah itu memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan negara tujuan di Eropa.

Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan di Ambon, Sabtu, mengatakan pemeriksaan dilakukan terhadap komoditas pala yang terdiri atas empat ton bunga pala dan enam ton pala biji sebelum diberangkatkan ke pasar internasional.

"Setiap komoditas yang akan diekspor harus melalui pemeriksaan fisik dan pengambilan sampel laboratorium untuk memastikan bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), memenuhi aspek keamanan pangan, serta sesuai dengan standar mutu yang dipersyaratkan negara tujuan," katanya.

Ia menjelaskan pemeriksaan dan pengambilan sampel dilakukan di fasilitas PT Kabong Tanipala/Gudang Arang, Ambon, sebagai bagian dari prosedur karantina untuk menjamin kualitas rempah-rempah asal Maluku yang akan memasuki pasar Eropa.

Menurut Willy, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen BKHIT Maluku dalam menjaga kualitas dan daya saing komoditas unggulan daerah agar tetap diterima di pasar internasional.

"Karantina Maluku hadir untuk memberikan jaminan bahwa setiap komoditas yang diberangkatkan tidak hanya unggul secara kuantitas, tetapi juga memiliki kualitas terbaik dan mampu bersaing di pasar global. Sinergi bersama pelaku usaha menjadi kunci dalam membawa produk unggulan Maluku semakin dikenal dunia," ujarnya.

Ia menambahkan keberhasilan ekspor pala tidak hanya bergantung pada volume produksi, tetapi juga pada pemenuhan persyaratan fitosanitari yang ditetapkan negara tujuan ekspor.

Karena itu, pihaknya terus melakukan pengawasan dan pendampingan kepada pelaku usaha agar produk pertanian asal Maluku dapat memenuhi standar internasional dan memiliki nilai tambah di pasar global.

Sementara itu, PT Kabong Tanipala mengapresiasi layanan dan pendampingan yang diberikan BKHIT Maluku dalam proses ekspor komoditas pala tersebut.

Pendampingan itu dinilai penting untuk menjaga kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas rempah-rempah asal Maluku yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil pala terbaik di dunia.

Melalui pengawasan yang berkelanjutan dan kerja sama dengan pelaku usaha, BKHIT Maluku berharap ekspor komoditas pertanian daerah terus meningkat sekaligus memperkuat posisi pala Maluku sebagai rempah premium di pasar internasional.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026