Ambon (ANTARA) - Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IX Ambon melaksanakan konservasi terumbu karang di perairan Pantai Jikumerasa, Kecamatan Lilialy, Kabupaten Buru, Maluku, sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem laut dan mendukung keberlanjutan sumber daya pesisir.

Komandan Kodaeral IX Ambon Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas di Ambon, Senin, mengatakan kegiatan tersebut bentuk komitmen TNI AL melalui Kodaeral IX dalam mendukung pelestarian lingkungan laut melalui aksi nyata di lapangan.

"Kegiatan konservasi terumbu karang ini menjadi bagian dari upaya kami menjaga ekosistem laut yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat pesisir dan keberlangsungan biota laut. Sinergi dengan berbagai pihak juga menjadi kunci dalam menjaga kelestarian lingkungan laut," katanya.

Kegiatan itu dilaksanakan bersama Tim Ekspedisi Selam Wanadri Women Divers dan dipimpin Komandan Operasi Ekspedisi Selam Wanadri Women Divers Jose Najri Nanda.

Dia menjelaskan kegiatan tersebut difokuskan pada pengambilan fragmen atau bibit terumbu karang, penanaman kembali karang melalui metode transplantasi, serta penanganan sampah di dasar laut.

Ia menjelaskan personel yang terlibat dibagi ke dalam empat tim guna mengoptimalkan pelaksanaan konservasi bawah laut.

Tim Alfa bertugas mengambil fragmen atau bibit terumbu karang yang layak dikembangkan kembali sekaligus mengangkat sampah yang ditemukan di dasar laut.

Tim Bravo melakukan penanaman bibit terumbu karang pada media tanam berbentuk spider yang telah dipasang di lokasi penyelaman. Proses transplantasi tersebut dipimpin perwira Kodaeral IX, Lettu (Mar) Wahyudi, untuk memastikan penanaman dilakukan sesuai prosedur konservasi.

Di area berbeda, Tim Charli melakukan pengambilan fragmen karang dan penanganan sampah bawah laut. Tim ini berhasil mengumpulkan bibit dari jenis karang Porites verrucosa, yaitu jenis karang keras yang memiliki bentuk menyerupai kembang kol dan banyak ditemukan di berbagai perairan tropis.

Tim Delta bertugas melakukan pemasangan media spider di dasar laut sekaligus menanam bibit karang pada lokasi-lokasi konservasi yang telah ditentukan. Kegiatan tim tersebut juga dipimpin Lettu (Mar) Wahyudi guna memastikan pemasangan media transplantasi berjalan optimal.

Hanarko mengatakan terumbu karang memiliki fungsi penting sebagai habitat berbagai jenis biota laut, pelindung alami pantai dari abrasi, serta penunjang sektor perikanan dan pariwisata bahari.

Oleh karena itu, menurut dia, kegiatan konservasi perlu terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan masyarakat.

"Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kelestarian ekosistem laut di Pulau Buru sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga laut dari pencemaran dan kerusakan lingkungan," ujarnya.

Kegiatan tersebut juga menjadi wujud sinergi antara Kodaeral IX dan Wanadri Women Divers dalam mendukung pelestarian lingkungan laut serta menjaga keberlangsungan terumbu karang sebagai salah satu ekosistem penting di perairan Indonesia.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026