Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah seperti pala, cengkih, kelapa dan kakao sebagai salah satu strategi meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mengatasi kemiskinan di wilayah kepulauan tersebut.
Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath di Ambon, Selasa, mengatakan penguatan sektor pertanian, perkebunan dan kelautan harus menjadi fokus karena merupakan sektor yang paling banyak menopang kehidupan masyarakat Maluku.
"Maluku memiliki karakteristik daerah yang berbeda dengan wilayah yang ditopang sektor industri besar. Karena itu, pengembangan komoditas unggulan seperti cengkih, pala, kelapa dan kakao harus terus didorong agar menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat," katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Pendalaman Informasi Penyusunan Laporan Eksekutif Daerah Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Maluku terkait sektor kemiskinan yang berlangsung secara luring dan daring di Kantor BPKP Perwakilan Maluku.
Vanath yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TPKD) Provinsi Maluku menjelaskan bahwa kondisi kemiskinan di Maluku harus dilihat secara menyeluruh karena merupakan akumulasi dari kondisi di 11 kabupaten dan kota.
Menurut dia, rendahnya pendapatan masyarakat masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat kemiskinan di Maluku. Kondisi tersebut tidak terlepas dari struktur ekonomi daerah yang masih sangat bergantung pada belanja pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Ia menuturkan berkurangnya alokasi dana transfer dari pemerintah pusat akibat kebijakan efisiensi anggaran pada 2025 dan 2026 turut memengaruhi perputaran ekonomi di daerah.
"Pertumbuhan ekonomi salah satunya dipengaruhi oleh jumlah uang yang beredar. Ketika dana yang beredar berkurang, tentu akan berdampak pada kemampuan daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
Untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan, Pemprov Maluku juga telah mengusulkan program kepada Kementerian Pertanian berupa penyediaan bibit kakao bagi masyarakat yang disertai dukungan pendapatan bulanan selama masa pengembangan tanaman.
Menurut Vanath, program tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sektor perkebunan sekaligus memperkuat pendapatan masyarakat di pedesaan.
Meski demikian, ia mengakui pelaksanaan sejumlah program pengentasan kemiskinan masih menghadapi tantangan keterbatasan anggaran sehingga dibutuhkan dukungan pemerintah pusat serta sinergi seluruh pemangku kepentingan.
"Kita harus terus bekerja dan mencari berbagai solusi terbaik untuk masyarakat. Semoga kondisi fiskal nasional semakin membaik dan dana transfer ke daerah dapat kembali pulih sehingga pembangunan dan program pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih optimal," katanya.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.