Ambon (ANTARA) - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Ambon mendorong pengembangan sport tourism dan sport industry sebagai bagian dari upaya meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memeriahkan euforia Piala Dunia 2026 di Maluku.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ambon Richard Luhukay di Ambon, Rabu, mengatakan momentum olahraga berskala internasional seperti Piala Dunia 2026 dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan sektor pariwisata, usaha mikro, hingga industri kreatif yang berkaitan dengan olahraga.

"Olahraga saat ini tidak hanya berbicara tentang prestasi, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi. Karena itu kami mendorong pengembangan sport tourism dan sport industry agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas," katanya.

Ia menjelaskan, salah satu program yang tengah dipersiapkan adalah kegiatan lari 10 kilometer dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Ambon yang dikemas dengan konsep sport tourism.

Menurut Richard, kegiatan tersebut akan menampilkan sejumlah ikon wisata Kota Ambon, termasuk Jembatan Merah Putih (JMP) yang menjadi landmark kota, serta panorama gugusan pantai yang membentang di Pulau Ambon.

"Kami ingin peserta tidak hanya berolahraga, tetapi juga menikmati keindahan alam dan destinasi wisata yang dimiliki Ambon. Jembatan Merah Putih dan kawasan pesisir akan menjadi daya tarik utama yang kami tonjolkan dalam kegiatan ini," ujarnya.

Ia menilai sport tourism memiliki potensi besar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkenalkan Ambon sebagai destinasi olahraga dan wisata di kawasan timur Indonesia.

Selain pengembangan wisata olahraga, Dispora juga melihat meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat melalui sektor sport industry yang tumbuh seiring berlangsungnya Piala Dunia 2026.

Richard mengatakan antusiasme masyarakat terhadap ajang sepak bola terbesar di dunia itu terlihat dari meningkatnya pembelian jersey tim nasional peserta Piala Dunia, penjualan atribut pendukung, hingga maraknya kegiatan nonton bareng yang digelar di berbagai lokasi.

"Euforia Piala Dunia memberikan dampak ekonomi yang nyata. Banyak pelaku usaha memperoleh manfaat dari penjualan jersey, perlengkapan olahraga, kuliner hingga kegiatan nonton bareng yang ramai dikunjungi masyarakat," katanya.

Menurut dia, geliat ekonomi tersebut menunjukkan bahwa olahraga mampu menciptakan peluang usaha baru dan memperluas perputaran ekonomi di tingkat lokal.

Ia menambahkan pemerintah daerah akan terus mendorong berbagai kegiatan olahraga yang dapat memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata, ekonomi kreatif dan usaha masyarakat.

Dispora Ambon optimistis sinergi antara olahraga, pariwisata dan ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan daya saing daerah serta memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026