Ambon (ANTARA) - Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal guna mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela agar manfaat ekonomi proyek tersebut dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat Maluku.
"Kehadiran proyek LNG Abadi di Blok Masela harus menjadi momentum untuk memastikan masyarakat Maluku memiliki kompetensi dan daya saing sehingga dapat menjadi pelaku utama dalam pembangunan daerah," kata Rektor Universitas Pattimura Prof. Fredy Leiwakabessy di Ambon, Kamis.
Pernyataan itu disampaikan saat Focus Group Discussion (FGD) bertema "Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok Berbasis Peningkatan Kapasitas Penyedia Barang dan Jasa untuk Menunjang Proyek Abadi Blok Masela" yang melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, perbankan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.
Menurut Fredy, pengembangan Blok Masela merupakan bagian dari agenda strategis nasional dalam memperkuat ketahanan energi sebagaimana menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat.
Karena itu, kata dia, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan pembangunan daerah.
"Kampus tidak boleh hanya menjadi menara gading akademik. Perguruan tinggi harus hadir di tengah masyarakat dengan inovasi, kajian, dan rekomendasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan," ujarnya.
Ia menjelaskan keterlibatan Unpatti dalam persiapan Blok Masela merupakan implementasi visi perguruan tinggi yang menempatkan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian penting dalam mendukung pembangunan Maluku.
Sebagai bentuk kontribusi tersebut, Unpatti bersama mitra melakukan sejumlah kajian untuk memetakan kesiapan daerah dalam menghadapi operasional proyek migas tersebut.
Kajian pertama difokuskan pada kesiapan vendor lokal guna memastikan penyedia barang dan jasa di Maluku mampu memenuhi standar industri yang dibutuhkan dalam proyek Blok Masela.
Kajian kedua menyasar kesiapan tenaga kerja lokal untuk mengidentifikasi kebutuhan kompetensi serta langkah-langkah peningkatan kapasitas SDM agar mampu mengisi berbagai peluang kerja yang tersedia.
Sementara kajian ketiga berkaitan dengan rantai pasok dan peluang pengadaan lokal untuk memastikan kebutuhan operasional proyek dapat dipenuhi dari dalam daerah sehingga perputaran ekonomi tetap memberikan manfaat bagi masyarakat Maluku.
"Ketiga kajian ini menjadi fondasi penting. Tanpa vendor yang siap, SDM yang kompeten, dan rantai pasok yang kuat, maka manfaat ekonomi proyek berpotensi tidak optimal dirasakan masyarakat Maluku," katanya.
Fredy menambahkan hasil kajian tersebut diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan rekomendasi dan kebijakan yang implementatif bagi pemerintah daerah maupun para pemangku kepentingan.
Menurut dia, pengembangan Blok Masela harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperkuat kapasitas SDM lokal, meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah, serta menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Maluku Kasrul Selang mengatakan Pemerintah Provinsi Maluku mendukung langkah Unpatti dalam menyiapkan SDM dan pelaku usaha lokal guna menyambut pengembangan Blok Masela.
Ia menegaskan keberhasilan proyek tersebut tidak hanya diukur dari nilai investasi dan produksi energi, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat Maluku memperoleh manfaat melalui kesempatan kerja, usaha, dan peningkatan kesejahteraan.
"Kami ingin masyarakat Maluku menjadi bagian utama dari pembangunan Blok Masela, baik sebagai tenaga kerja maupun pelaku usaha dalam rantai pasok industri," kata Kasrul.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.