Ambon (ANTARA) -

Perum Bulog Kantor Wilayah Maluku dan Maluku Utara mencatat realisasi penyerapan gabah dan beras petani selama Januari hingga awal Juni 2026 telah mencapai hampir 70 persen dari target tahun 2026 sebanyak 5.000 ton setara beras.

“Capaian tersebut membuat Bulog optimistis dapat memenuhi bahkan melampaui target pengadaan yang ditetapkan hingga akhir tahun,” kata Pimpinan Perum Bulog Kanwil Maluku dan Maluku Utara Rudy Senawi Tahir di Ambon, Kamis.

Ia mengatakan hingga awal Juni 2026 penyerapan hasil panen petani terus menunjukkan perkembangan yang positif.

Ia menjelaskan Bulog Maluku dan Maluku Utara memperoleh target penyerapan setara beras sebanyak 5.000 ton hingga Desember 2026. Dengan capaian yang telah diraih pada pertengahan tahun sekitar 3.500 ton, pihaknya optimistis target tersebut dapat tercapai bahkan terlampaui.

Menurut Rudy, target penyerapan tahun ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Bulog di wilayah Maluku dan Maluku Utara. Peningkatan target tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong program swasembada pangan nasional.

Untuk mendukung pencapaian target, Bulog menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, mitra Bulog, penyuluh pertanian, serta instansi terkait lainnya. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan penyerapan hasil panen petani berjalan optimal.

Ia menegaskan penyerapan gabah dan beras merupakan salah satu tugas utama Bulog sebagai bentuk kehadiran negara dalam melindungi petani sekaligus menjaga stabilitas pangan. Karena itu, Bulog terus berupaya membeli hasil panen petani dengan harga yang sesuai ketentuan pemerintah.

“Dengan capaian yang telah mendekati 70 persen pada pertengahan tahun, Bulog Maluku dan Maluku Utara semakin yakin target penyerapan dapat terlampaui,” ujarnya.

Rudy juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Menurut dia, kebijakan swasembada pangan yang dijalankan pemerintah telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan produksi pertanian dan penyerapan hasil panen petani.

Secara nasional, lanjutnya, stok beras yang dikuasai Bulog saat ini mencapai sekitar 5,4 juta ton. Jumlah tersebut menjadi salah satu capaian tertinggi dalam sejarah pengadaan beras nasional dan menunjukkan semakin kuatnya cadangan pangan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan serta harga beras di masyarakat.

 



Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026