Ambon, Maluku (ANTARA) - Universitas Pattimura (Unpatti) bersama Inpex Masela Ltd mendorong peningkatan kapasitas vendor lokal agar dapat mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok di proyek strategis nasional (PSN) Blok Masela, sehingga manfaat ekonomi proyek tersebut dapat dirasakan langsung masyarakat Maluku.
Rektor Universitas Pattimura Prof Fredy Leiwakabessy di Ambon, Maluku, Kamis, mengatakan penguatan kapasitas penyedia barang dan jasa lokal menjadi langkah penting untuk memastikan dampak ekonomi proyek Abadi LNG tidak keluar dari daerah.
"Kami ingin memastikan pelaku usaha lokal memiliki kemampuan dan standar yang dibutuhkan sehingga dapat terlibat dalam rantai pasok proyek Blok Masela dan memperoleh manfaat ekonomi secara maksimal," katanya dalam focus group discussion (FGD) bertema "Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok Berbasis Peningkatan Kapasitas Penyedia Barang dan Jasa untuk Menunjang Proyek Abadi LNG".
Menurut Fredy, Unpatti bersama Inpex telah melakukan sejumlah kajian terkait kesiapan daerah dalam mendukung proyek tersebut.
Kajian itu meliputi kesiapan vendor lokal, kesiapan tenaga kerja lokal, serta peluang pengadaan barang dan jasa melalui penguatan rantai pasok daerah.
Ia menjelaskan hasil kajian tersebut menjadi dasar dalam menyusun rekomendasi strategis agar pelaku usaha dan tenaga kerja Maluku dapat memenuhi kebutuhan industri migas berskala besar.
"Kehadiran proyek ini harus menjadi momentum agar sumber daya alam Maluku tidak hanya diekstraksi, tetapi benar-benar bertransformasi menjadi kesejahteraan dan penguatan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Vice President Supply Chain Management Inpex Masela Ltd Rudi Imran mengatakan perusahaan memiliki komitmen untuk melibatkan masyarakat Maluku dalam pengembangan dan operasional proyek Blok Masela di masa mendatang.
Ia menyebutkan pengembangan sumber daya manusia, penguatan vendor lokal, dan pemanfaatan potensi sumber daya daerah menjadi fokus utama dalam kerja sama kajian dengan Unpatti.
"Kami berharap suatu hari nanti proyek ini dapat dibangun dan dioperasikan oleh putra-putri Maluku dari berbagai tingkatan. Karena itu, persiapan kapasitas SDM dan pelaku usaha lokal harus dilakukan sejak sekarang," katanya.
Rudi juga berharap pemerintah daerah dapat menyiapkan kebijakan yang melindungi dan memperkuat pelaku usaha lokal agar mampu bersaing dan berkembang seiring masuknya investasi besar ke Maluku.
Menurut dia, rekomendasi yang dihasilkan melalui FGD tersebut diharapkan menjadi masukan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam menyiapkan ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan.
"Kami ingin manfaat proyek ini benar-benar dirasakan masyarakat Maluku melalui keterlibatan tenaga kerja lokal, vendor lokal, dan tumbuhnya aktivitas ekonomi daerah," ujarnya.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.