Ambon (ANTARA) -
Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Maluku mendorong penguatan pendidikan keselamatan lalu lintas sejak usia dini melalui guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) sebagai upaya membangun budaya tertib dan aman berlalu lintas pada generasi muda.
“Anak-anak adalah aset bangsa dan generasi penerus pembangunan. Apa yang mereka lihat, dengar, dan pelajari sejak usia dini akan membentuk pola pikir, sikap, serta perilaku mereka di masa depan. Karena itu, Program Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD) menjadi salah satu upaya strategis untuk menanamkan nilai-nilai keselamatan kepada anak-anak sejak dini,” kata Kepala BPTD Kelas II Maluku Hasan Bisri, di Ambon, Rabu.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD) yang digelar di salah satu hotel, Kota Ambon, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari sektor transportasi, pendidikan, perlindungan anak, dan kesehatan.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melalui BPTD Kelas II Maluku bersama Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Maluku, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ambon, serta Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Provinsi Maluku.
Ia mengatakan, keselamatan lalu lintas merupakan isu penting yang membutuhkan perhatian bersama karena kecelakaan lalu lintas tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga berdampak pada kualitas hidup masyarakat, kesehatan, produktivitas, hingga masa depan generasi bangsa.
Menurut Hasan, berbagai pelanggaran lalu lintas yang kerap dianggap sepele, seperti tidak menggunakan helm, mengabaikan rambu lalu lintas, maupun kurang disiplin di jalan raya, dapat menjadi pemicu kecelakaan yang berakibat fatal. Karena itu, pembentukan karakter dan budaya keselamatan perlu dimulai sejak usia dini.
Melalui program SALUD, anak-anak tidak hanya diperkenalkan dengan rambu-rambu lalu lintas, tetapi juga diajarkan nilai disiplin, tanggung jawab, kepedulian terhadap sesama, serta kesadaran menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain.
Dalam bimbingan teknis tersebut, para guru PAUD dan TK mendapatkan materi mengenai keselamatan transportasi, metode pembelajaran ramah anak, serta strategi mengintegrasikan pendidikan keselamatan ke dalam proses belajar mengajar sehari-hari.
Hasan menegaskan guru memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam menanamkan kebiasaan positif kepada anak-anak pada masa emas pertumbuhan.
Ia berharap kegiatan SALUD dapat melahirkan inovasi pembelajaran keselamatan di sekolah, mencetak kader keselamatan dari kalangan pendidik, dan memperkuat budaya keselamatan sejak usia dini.
“Keselamatan merupakan investasi jangka panjang. Ketika anak-anak tumbuh dengan pemahaman mengenai keselamatan, mereka akan menjadi generasi yang lebih disiplin, peduli terhadap lingkungan sekitar, dan bertanggung jawab dalam menggunakan sarana transportasi,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis SALUD Tahun 2026, BPTD Kelas II Maluku bersama para pemangku kepentingan berharap dapat mewujudkan generasi Maluku yang cerdas, sehat, berkarakter, dan memiliki budaya keselamatan yang kuat dalam kehidupan sehari-hari.
Pewarta: Winda HermanEditor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.