Ambon (ANTARA) - Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku terus mendorong digitalisasi pelaporan statistik hortikultura melalui pemanfaatan aplikasi SIPEDAS (Sistem Penyediaan Data Statistik Pertanian).
“Aplikasi SIPEDAS memungkinkan penyuluh pertanian merekam berbagai data penting, mulai dari luas tanam, luas panen, produksi hingga perkembangan harga komoditas hortikultura secara cepat, akurat, dan terintegrasi,” kata Kepala BBRMP Maluku Gunawan, di Ambon, Jumat.
Upaya tersebut dilakukan dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) SIPEDAS yang melibatkan ratusan penyuluh pertanian di Maluku.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Gandaria BBRMP Maluku itu menghadirkan narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), yakni Barbalina Wilhelmina Caterina Masela dan Pudji Iraniingsih, serta dihadiri petugas BPS Provinsi Maluku. Bimtek dibuka oleh Kepala BBRMP Maluku, Gunawan.
Selain diikuti penyuluh pertanian BRMP Maluku dan penyuluh pertanian CWS Provinsi Maluku, kegiatan tersebut juga dihadiri 44 penyuluh pertanian lingkup Kota Ambon secara langsung dan 144 peserta melalui Zoom. Tercatat sebanyak 336 peserta mendaftar untuk mengikuti kegiatan secara luring maupun daring.
Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai penggunaan SIPEDAS sebagai platform resmi Kementerian Pertanian dalam pencatatan dan pelaporan data Statistik Pertanian Hortikultura (SPH).
Ia menegaskan, kehadiran aplikasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas data pertanian yang menjadi dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan sektor pertanian.
“Dalam bimtek tersebut, peserta juga mendapatkan materi mengenai mekanisme pengiriman laporan SPH melalui SIPEDAS serta pentingnya peran aktif penyuluh pertanian dalam menyediakan data yang valid dan tepat waktu,” ujarnya.
BBRMP Maluku bersama BPS mengajak seluruh penyuluh pertanian di Provinsi Maluku untuk memanfaatkan SIPEDAS secara konsisten dalam pelaporan statistik hortikultura.
“Langkah ini kami nilai penting untuk mendukung tersedianya data pertanian yang berkualitas dan dapat digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan sektor pertanian,” ucap Gunawan.
Dengan dukungan data yang akurat dan terintegrasi, pembangunan pertanian di Maluku diharapkan dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan petani serta perkembangan sektor hortikultura di daerah.
Pewarta: Winda HermanEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.