Ambon (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Maluku memperkuat sinergi lintas sektor untuk meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di daerah itu.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Maluku Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Rositah Umasugi usai menghadiri Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau Wilayah Maluku 2026 di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Maluku, Ambon, Minggu.
“Polri melalui Polda Maluku berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak. Persoalan ini tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu institusi, tetapi membutuhkan kolaborasi bersama,” kata Rositah.
Ia mengatakan Polda Maluku terus mendorong penguatan pelayanan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui unit yang memiliki fungsi perlindungan, pendampingan, dan penegakan hukum.
“Kehadiran Polri bukan hanya dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga membangun upaya pencegahan, edukasi, dan menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak di Maluku,” ujarnya.
Rositah berharap Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau dapat menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan kepedulian bersama serta menghasilkan langkah konkret dalam menciptakan ruang aman bagi perempuan dan anak.
“Melalui forum ini, kami ingin memperkuat pesan bahwa perlindungan perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama. Polda Maluku siap bersinergi dengan seluruh pihak untuk mewujudkan masyarakat yang aman, berkeadilan, dan sejahtera,” katanya.
Forum tersebut dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Maya Baby Lewerissa, Komisioner Komnas Perempuan, jajaran pemerintah daerah, perwakilan instansi terkait, jurnalis perempuan, serta pimpinan organisasi dan lembaga yang bergerak di bidang perlindungan perempuan dan anak.
Kegiatan itu dibuka Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan yang mengapresiasi pelaksanaan forum sebagai ruang kolaborasi untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan dan mendorong pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Ketika kita bersatu, kita bisa maju dan berkembang. Persatuan menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai persoalan, termasuk perlindungan terhadap perempuan dan anak,” kata Veronica.
Ia juga mengapresiasi langkah kepolisian dalam memperkuat penanganan perkara perempuan dan anak melalui penguatan struktur dan fungsi pelayanan perlindungan perempuan dan anak.
Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengatakan berbagai persoalan yang dihadapi perempuan dan anak, mulai dari kekerasan, kesenjangan pendidikan, kesehatan, hingga tantangan sosial lainnya, memerlukan keterlibatan seluruh pihak.
“Kita membutuhkan kerja sama seluruh pihak, baik pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, maupun seluruh komponen masyarakat untuk memberikan perlindungan terbaik bagi perempuan dan anak,” ujar Hendrik.
Pewarta: Winda HermanEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.