Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku memperkuat peran Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) sebagai mitra strategis dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas guna mendukung transformasi pembangunan dan peningkatan daya saing daerah.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa di Ambon, Senin, mengatakan perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjawab tantangan pembangunan daerah melalui inovasi, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

"Saya mengajak seluruh sivitas akademika UKIM untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Mari kita bersama-sama membangun Maluku demi mewujudkan visi transformasi Maluku menuju Maluku yang adil dan sejahtera," katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Wisuda Diploma, Sarjana, Profesi, Magister, dan Doktor UKIM Periode I Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Christian Center Ambon.

Pada kesempatan itu, sebanyak 323 lulusan UKIM resmi diwisuda. Prosesi wisuda mengangkat tema "Wisudawan S.M.A.R.T UKIM: Menghidupi Spiritualitas, Mewujudkan Keteladanan, Meraih Prestasi, Memikul Tanggung Jawab, dan Membangun Kepercayaan Maluku, Indonesia, dan Dunia".

Menurut dia, keberadaan UKIM sejak berdiri pada 1985 telah menjadi salah satu pilar penting dalam pengembangan SDM di Maluku, terutama melalui transformasi pendidikan yang menghasilkan lulusan berkarakter, berintegritas, serta memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan.

"Momentum wisuda ini adalah gerbang awal, bukan garis akhir. Dunia luar menuntut lebih dari sekadar ijazah. Kalian adalah agen perubahan yang dinantikan kontribusinya untuk kemajuan Provinsi Maluku dan Indonesia," ujarnya.

Prosesi wisuda UKIM yang diikuti oleh sebanyak 323 lulusan berlangsug khidmat di Ambon, Senin (15/6/2026). (ANTARA/Dedy Azis)

Ia menegaskan Pemprov Maluku terus memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi melalui berbagai langkah konkret, antara lain penyelarasan program pendidikan tinggi dengan kebutuhan pembangunan daerah, penguatan kolaborasi riset dan inovasi, peningkatan kualitas SDM aparatur dan masyarakat, serta dukungan terhadap pengembangan sektor-sektor unggulan daerah.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan perguruan tinggi dalam penyusunan kebijakan berbasis data, pengembangan ekonomi kelautan dan perikanan, penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan, serta pengembangan kewirausahaan generasi muda.

Menurut Hendrik, tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan dinamika ekonomi global, sehingga perguruan tinggi harus menjadi pusat lahirnya gagasan, inovasi, dan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.

Karena itu, ia mengingatkan para lulusan agar terus meningkatkan kapasitas diri, mengembangkan kreativitas, serta mampu beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung cepat.

Ia menambahkan keberhasilan pembangunan SDM tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kerja sama yang erat antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat.

Pemprov Maluku, lanjut dia, akan terus menjalankan perannya sebagai regulator dan fasilitator melalui kebijakan strategis yang mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi, sementara perguruan tinggi diharapkan terus menjaga kualitas akademik dan menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026