Ambon (ANTARA) -

Kepolisian Daerah (Polda) Maluku mengerahkan sebanyak 150 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa yang berlangsung di depan Gong Perdamaian, Kota Ambon, Rabu (17/6). 

Kepala Bidang Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi mengatakan seluruh personel yang diterjunkan telah diinstruksikan untuk mengedepankan pendekatan humanis selama pengamanan aksi.

"Personel yang dikerahkan gabungan dari polsek, polres, dan polda. Kurang lebih ada 150 personel. Kami sudah memastikan saat apel bahwa anggota harus humanis dan tidak boleh membawa senjata api," katanya.

Aksi yang diikuti ratusan mahasiswa itu sempat diwarnai ketegangan ketika massa aksi berupaya membakar ban di lokasi demonstrasi. Aparat kepolisian dan mahasiswa terlibat adu argumen, namun situasi berhasil dikendalikan.

Kapolres Ambon Kombes Pol Yoga Putra Prima Setya menjelaskan insiden tersebut dipicu oleh kesalahpahaman setelah terdengar ledakan petasan di tengah aksi.

"Tadi terjadi sedikit kesalahpahaman saja karena ada lempar petasan, sehingga anggota kaget. Kami kira itu bom" ujarnya.

Menurutnya, dalam aksi tersebut beberapa anggota kepolisian menjadi korban kekerasan.

"Tadi ada anggota kami yang kena pukul. Saya sendiri juga ditendang. Tapi itu risiko tugas. Yang penting anggota tetap sabar dan humanis dalam melayani adik-adik mahasiswa yang menyampaikan aspirasi," katanya.

Meski sempat diwarnai ketegangan, unjuk rasa berlangsung hingga selesai dalam pengawalan aparat kepolisian. Massa aksi kemudian membubarkan diri secara tertib setelah menyampaikan seluruh tuntutan mereka.



Pewarta: Winda Herman
Editor : Luqman Hakim

COPYRIGHT © ANTARA 2026