Ambon (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, mendorong masyarakat untuk mengelola sampah menjadi produk yang bermanfaat, bernilai guna, dan bernilai ekonomi sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus mengurangi timbulan sampah.
Dorongan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, saat memberikan apresiasi kepada Wutmaili Roumuty yang berhasil meraih penghargaan Kalpataru Lestari.
“Penghargaan yang diterima Wutmaili menunjukkan bahwa persoalan sampah dapat diatasi apabila masyarakat memiliki kesadaran dan kemauan untuk mengelolanya secara kreatif dan berkelanjutan,” kata Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta, di Ambon, Senin.
Menurut Ely, hal ini menandakan bahwa ketika ada kemauan, masalah sampah bukanlah hal yang sulit untuk diatasi. Langkah-langkah kecil yang dilakukan di lingkungan tempat tinggal dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa.
Ia menjelaskan, berbagai inovasi yang dilakukan Wutmaili, seperti mengolah serat durian menjadi kasur dan memanfaatkan minyak jelantah menjadi sabun, membuktikan bahwa limbah rumah tangga dapat diubah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai tambah.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya mengharumkan nama Kota Ambon di tingkat nasional, tetapi juga menjadi contoh nyata bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan memanfaatkan sampah secara produktif.
“Semoga apa yang beliau lakukan ini dapat menginspirasi warga masyarakat Kota Ambon yang lainnya, terlebih khusus kepada generasi muda yang ada di Kota Ambon,” ujarnya.
Pemkot Ambon berharap capaian tersebut dapat memicu tumbuhnya gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di berbagai wilayah.
Dengan demikian, sampah tidak lagi dipandang sebagai masalah semata, tetapi juga sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat.
Pemerintah juga mengajak warga untuk mulai menerapkan pengelolaan sampah dari lingkungan rumah tangga guna mewujudkan Kota Ambon yang bersih, produktif, dan berkelanjutan.
Pewarta: Winda HermanEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.