Ambon (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati melalui pengawasan lalu lintas komoditas guna mencegah masuk dan menyebarnya hama serta penyakit yang dapat mengancam sektor pertanian di Seram Bagian Timur (SBT).
Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan di Ambon, Selasa, mengatakan kolaborasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten SBT menjadi langkah strategis dalam menjaga keamanan hayati, terutama untuk melindungi komoditas unggulan daerah dari ancaman Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dan Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK).
"Pengawasan ini penting untuk memastikan komoditas yang masuk maupun keluar dari wilayah SBT aman dan bebas dari hama serta penyakit yang dapat merugikan petani dan peternak," katanya.
Ia menjelaskan Pelabuhan Bula sebagai salah satu jalur utama distribusi barang dan transportasi masyarakat di Kabupaten SBT menjadi fokus pengawasan karena tingginya mobilitas komoditas pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan melalui jalur laut.
Menurut dia, pengawasan dilakukan terhadap berbagai komoditas seperti pangan segar, bibit tanaman, hewan ternak, serta produk turunannya yang dilalulintaskan menggunakan kapal penumpang maupun armada perintis antarpulau.
Upaya tersebut dinilai penting untuk melindungi komoditas perkebunan andalan daerah, khususnya pala yang menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat Seram Bagian Timur.
Sementara itu, data pemerintah daerah menunjukkan luas areal perkebunan pala di Kabupaten SBT mencapai 8.831 hektare dengan produksi sekitar 1.287 ton per tahun.
"Pala merupakan komoditas strategis yang harus dijaga dari ancaman OPTK. Jika terjadi serangan hama atau penyakit, dampaknya tidak hanya pada produksi tetapi juga pendapatan petani dan perekonomian daerah," ujar Willy.
Selain pengawasan, BKHIT Maluku bersama Dinas Pertanian SBT juga melakukan edukasi dan sosialisasi kepada pelaku usaha, agen pelayaran, serta masyarakat agar setiap komoditas yang dilalulintaskan dilaporkan dan memenuhi persyaratan karantina.
Ia menambahkan, sinergi tersebut juga bertujuan meningkatkan daya saing komoditas unggulan daerah seperti sagu, kelapa, pala, dan hasil kehutanan agar memenuhi standar mutu dan keamanan yang dibutuhkan pasar yang lebih luas.
"Kami ingin perlindungan keanekaragaman hayati berjalan seiring dengan peningkatan ekonomi masyarakat. Karena itu, penguatan sistem karantina menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan mendukung ekspor komoditas unggulan Maluku," katanya.
Menurut Willy, keberhasilan pengawasan karantina di SBT turut didukung kerja sama lintas sektor bersama Pemerintah Kabupaten SBT, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bula, serta aparat keamanan setempat.
Dengan kolaborasi tersebut, BKHIT Maluku berharap perlindungan terhadap sumber daya hayati daerah semakin kuat sehingga mampu mencegah masuknya hama dan penyakit sekaligus mendukung pengembangan komoditas unggulan Seram Bagian Timur di pasar nasional maupun internasional.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.