Ambon (ANTARA) - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku memperkuat program peningkatan peran ayah dalam pengasuhan anak sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-33 Tahun 2026 yang mengusung tema "Ayah Wajib Hadir".

Kepala Perwakilan BKKBN Maluku Dr. Edi Setiawan di Ambon, Rabu, mengatakan tema tersebut menegaskan pentingnya kehadiran ayah tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga terlibat aktif dalam pengasuhan, pendampingan emosional, dan pembentukan karakter anak di dalam keluarga.

"Harganas menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa keluarga adalah fondasi utama pembangunan bangsa. Karena itu, kehadiran ayah dalam pengasuhan anak harus terus diperkuat guna membangun keluarga yang tangguh dan berkualitas," katanya.

Menurut Edi, tema "Ayah Wajib Hadir" membawa pesan perubahan pola pikir tentang peran ayah yang selama ini sering dipandang sebatas penopang ekonomi keluarga. Padahal, keterlibatan ayah secara langsung dalam kehidupan anak memiliki dampak besar terhadap tumbuh kembang anak, ketahanan keluarga, hingga upaya pencegahan stunting.

Ia menjelaskan, keluarga yang dibangun melalui kemitraan pengasuhan yang setara antara ayah dan ibu akan menjadi benteng yang kuat terhadap berbagai kerentanan sosial dan masalah kesehatan.

"Dalam keluarga yang harmonis dan bebas stunting akan lahir sumber daya manusia unggul yang mampu menjadi penggerak pembangunan daerah maupun nasional," ujarnya.

Program ayah pengganti untuk mengambil rapor siswa di Ambon, Rabu (24/6/2026). ANTARA/Dedy Azis

Untuk mendukung implementasi tema tersebut, BKKBN Maluku terus mengoptimalkan sejumlah program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, antara lain Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya (Sidaya), serta pengembangan Super Apps Keluarga.

Edi mengatakan program GATI menjadi salah satu fokus utama karena bertujuan mendorong keterlibatan aktif ayah dalam proses pengasuhan dan pendidikan anak di lingkungan keluarga.

Selain itu, peringatan Harganas 2026 juga diisi dengan berbagai gerakan nasional, seperti edukasi keluarga, penguatan tim pendamping keluarga, literasi keuangan keluarga di Kampung Keluarga Berkualitas, gerakan ayah hadir, hingga edukasi bagi remaja.

Menurut dia, seluruh kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran keluarga dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

"Harganas bukan hanya seremoni tahunan, tetapi menjadi sarana untuk memperkuat ketahanan keluarga sebagai pilar pembangunan manusia. Keterlibatan ayah dalam keluarga merupakan investasi penting bagi masa depan anak dan bangsa," kata dia.

Ia berharap melalui peringatan Harganas 2026, semakin banyak keluarga di Maluku yang menerapkan pola pengasuhan kolaboratif sehingga mampu menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026