Ambon (ANTARA) -
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku memanfaatkan embung sebagai sumber air alternatif untuk menjaga keberlangsungan tanam padi di Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), menyusul menurunnya debit air Bendungan Waimatakabo akibat musim kemarau.
“Langkah tersebut merupakan hasil dari pemantauan lapangan yang dilakukan tim BBRMP Maluku di Bendungan Waimatakabo, yang selama ini menjadi sumber irigasi utama bagi lahan pertanian di Desa Waimatakabo, Waisamet, dan Waiketam Baru,” kata Kepala BBRMP Maluku, Gunawan di Ambon, Selasa.
Hasil pengecekan menunjukkan debit air bendungan mengalami penurunan signifikan sehingga berdampak terhadap luas tambah tanam (LTT) padi di wilayah tersebut.
Dalam kegiatan itu, tim BBRMP Maluku didampingi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) serta petani yang juga bertugas sebagai penjaga bendungan. Mereka melakukan identifikasi lapangan untuk mencari solusi agar pasokan air bagi petani tetap tersedia selama musim kemarau.
Sebagai tindak lanjut, BBRMP Maluku bersama penyuluh dan petani sepakat memanfaatkan embung sebagai sumber air alternatif untuk mendukung kebutuhan irigasi sawah.
“Pemanfaatan embung diharapkan mampu mengatasi berkurangnya pasokan air dari bendungan sekaligus menjaga keberlangsungan musim tanam padi di wilayah terdampak,” ujar Gunawan.
Selain menjamin ketersediaan air irigasi, langkah tersebut juga diharapkan membantu petani mempertahankan produktivitas lahan serta mendukung peningkatan produksi pangan di Kabupaten Seram Bagian Timur.
Pada kesempatan yang sama, tim BBRMP Maluku juga meninjau progres perbaikan saluran irigasi tersier di Desa Waimatakabo dan Desa Waisamet. Perbaikan infrastruktur irigasi tersebut saat ini masih berlangsung dengan target penyelesaian selama 90 hari.
Perbaikan saluran irigasi diharapkan dapat meningkatkan kelancaran distribusi air ke areal persawahan sehingga kebutuhan air tanaman dapat terpenuhi secara lebih optimal dan berkelanjutan.
BBRMP Maluku menilai sinergi antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan petani menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi padi di Kecamatan Bula Barat, terutama di tengah tantangan musim kemarau.
Pewarta: Winda HermanUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.