Ambon (ANTARA) - Universitas Pattimura (Unpatti) menggencarkan pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bagi para guru sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di wilayah kepulauan, terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Provinsi Maluku.

Rektor Universitas Pattimura Prof. Freddy Leiwakabessy di Ambon, Rabu, mengatakan penguatan kapasitas guru dalam memanfaatkan AI menjadi bagian dari komitmen kampus untuk mendorong transformasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal.

"Pemanfaatan AI tidak hanya mendukung pengembangan sektor kesehatan, tetapi juga dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran, penelitian, pengelolaan data, serta peningkatan kualitas layanan akademik di perguruan tinggi," katanya.

Ia mengatakan Unpatti juga memperkuat pengembangan ekosistem AI melalui kerja sama dengan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, G-Mango Inc, guna mendukung pendidikan, penelitian, dan inovasi teknologi di Maluku dan kawasan Indonesia Timur.

Menurut dia, kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring internasional sekaligus mempercepat pemanfaatan teknologi AI dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Kerja sama ini diharapkan dapat membantu masyarakat, terutama di Maluku dan kawasan Indonesia Timur. G-Mango akan mengembangkan sistem berbasis AI yang dapat mendukung proses komunikasi serta analisis data, sehingga masyarakat memperoleh akses informasi yang lebih baik," ujarnya.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Pattimura di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) yang melaksanakan pelatihan AI bagi guru SMP Negeri 2 Tiakur.

Pelatihan itu mengusung tema "Pembelajaran Inovatif Berbasis Etnopedagogi dan Deep Learning dengan Memanfaatkan Kecerdasan Buatan" sebagai bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui Hibah BIMA Tahun Anggaran 2026.

Program tersebut didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat pada Program Pengabdian Masyarakat Pemula.

Ketua Tim Pelaksana PkM BIMA 2026 Karolina Rupilele mengatakan perkembangan AI telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk di wilayah kepulauan. Namun, transformasi digital harus tetap berjalan seiring dengan pelestarian budaya lokal.

Ia menjelaskan pelatihan dirancang untuk mengintegrasikan pendekatan etnopedagogi dengan deep learning sehingga guru mampu menyusun pembelajaran yang kreatif, relevan dengan kebutuhan abad ke-21, sekaligus berakar pada kearifan lokal.

Selama pelatihan, para guru memperoleh materi mengenai etnopedagogi, deep learning, serta pemanfaatan berbagai platform digital seperti Canva, Wordwall, ZEP Quiz, dan ChatGPT dalam mendukung proses belajar mengajar. Para peserta juga didampingi menyusun modul ajar dan media pembelajaran interaktif sesuai mata pelajaran masing-masing.

Kepala SMP Negeri 2 Tiakur Adam A.T. Salamanu menyatakan pelatihan tersebut memberikan wawasan baru bagi para guru dalam memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

"Kegiatan ini memberikan dampak nyata. Guru-guru kami kini memiliki perspektif baru bagaimana memanfaatkan AI untuk menghidupkan kembali nilai-nilai lokal di dalam kelas melalui pendekatan deep learning," katanya.

Melalui penguatan kompetensi guru dan pengembangan pemanfaatan AI secara berkelanjutan, Unpatti berharap kualitas pendidikan di wilayah kepulauan dan perbatasan terus meningkat serta mampu melahirkan generasi yang cakap digital tanpa kehilangan identitas budaya daerah.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026