Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengemukakan bahwa sarana wisata ramah Muslim di Indonesia dinilai lebih unggul dibandingkan dengan di negara yang lain.

"Dari perspektif kerangka penilaian Global Muslim Travel Index (GMTI), Indonesia memiliki keunggulan pada aspek services," katanya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

"Terutama dalam ketersediaan makanan halal, kemudahan akses ke fasilitas ibadah atau masjid, serta layanan di bandara dan pilihan akomodasi yang mendukung kebutuhan wisatawan Muslim," ia menjelaskan.

Selain memiliki fasilitas pendukung layanan wisata ramah Muslim, ia mengatakan, Indonesia punya destinasi-destinasi dengan keindahan alam, budaya, dan keramahan masyarakat yang menawarkan pengalaman wisata autentik.

Wisatawan Muslim bisa menikmati beragam pengalaman wisata, termasuk budaya, bahari, kuliner, dan layanan kebugaran, tanpa khawatir kesulitan untuk menunaikan ibadah dan menjalankan aturan agama.

Sebanyak 15 provinsi yang memiliki daya dukung wisata ramah Muslim sudah dimasukkan dalam Indonesia Muslim Travel Index (IMTI).

Sementara itu, Provinsi Jawa Barat dinobatkan sebagai daerah paling menjanjikan tahun ini dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards di ajang Halal In Travel Global Summit (HIT-GS) 2026 di Singapura.

Menteri Pariwisata menyampaikan bahwa Indonesia menempati peringkat kedua dalam GMTI 2026 dengan skor 79, skor tertinggi sepanjang keikutsertaan Indonesia dalam GMTI.

"Pencapaian ini mencerminkan semakin matangnya ekosistem wisata ramah Muslim Indonesia, sekaligus menjadi motivasi untuk terus memperkuat aspek-aspek yang dinilai dalam kerangka ACES (Access, Communica,on, Environment, dan Service)," katanya.

Widiyanti menyampaikan, Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan kementerian/lembaga dan para pemangku kepentingan terkait untuk mengembangkan dan mempromosikan paket wisata ramah Muslim yang terintegrasi.

Upaya pengembangan wisata ramah Muslim yang dijalankan mencakup peningkatan konektivitas dan aksesibilitas, penguatan ekosistem halal, dan pengembangan destinasi prioritas.

Selain itu, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas layanan bandara, hotel, restoran, dan destinasi wisata; meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pariwisata; serta menggiatkan promosi wisata ramah Muslim.

Kementerian Pariwisata juga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk menghadirkan pengalaman wisata ramah Muslim yang terintegrasi dan berkualitas.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sarana wisata ramah Muslim di Indonesia dinilai unggul

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026