Ambon (ANTARA) - Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Maluku mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi sebagai upaya menumbuhkan sumber daya manusia (SDM) anak agar berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Maluku Edi Setiawan di Ambon, Kamis, mengatakan salah satu yang menjadi perhatian adalah pencegahan perkawinan anak harus menjadi tanggung jawab bersama karena berkaitan erat dengan kualitas generasi masa depan.
"Membangun generasi unggul dimulai dari memastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh dukungan. Karena itu, pencegahan perkawinan anak perlu dilakukan melalui kolaborasi keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat," katanya saat menjadi narasumber pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Anak Kota Ambon Tahun 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Forum Anak Kota Ambon (Fakota) bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Ambon itu, mengangkat tema "Optimalisasi Ketahanan Anak dan Remaja serta Pencegahan Perilaku Berisiko".
Edi menjelaskan tantangan yang dihadapi anak dan remaja saat ini semakin kompleks, mulai dari persoalan kesehatan mental, perundungan, penyalahgunaan narkoba, paparan konten negatif di ruang digital, hingga perkawinan anak.
Menurut dia, penguatan ketahanan anak dan remaja perlu dilakukan secara terpadu melalui peningkatan kualitas pengasuhan dalam keluarga, pendidikan karakter di sekolah, serta dukungan lingkungan sosial yang kondusif.
Ia juga mengajak seluruh pihak mempersiapkan remaja agar memiliki perencanaan kehidupan yang matang, keterampilan hidup, serta karakter yang kuat sehingga mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab bagi masa depan mereka.
"Keluarga, terutama kehadiran ayah dan ibu dalam pengasuhan, menjadi benteng utama dalam membentuk generasi yang sehat, tangguh, dan berdaya saing. Dengan pendampingan yang baik, anak-anak dapat terhindar dari berbagai perilaku berisiko, termasuk perkawinan anak," ujarnya.
Ia menambahkan partisipasi anak dalam proses perencanaan pembangunan juga perlu terus diperkuat agar kebijakan yang dihasilkan lebih responsif terhadap kebutuhan dan hak-hak anak.
Melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Anak Kota Ambon 2026 tersebut, BKKBN Maluku berharap aspirasi anak dapat menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang ramah anak, sekaligus mendukung terwujudnya Kota Ambon sebagai Kota Layak Anak dan Generasi Emas Indonesia 2045.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.