Ambon (ANTARA) - Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku menggandeng Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan untuk memperkuat pengawasan karantina atas lalu lintas hewan, ikan dan tumbuhan.
Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan saat dihubungi dari Ambon, Jumat, mengatakan penguatan koordinasi tersebut dilakukan melalui kunjungan ke Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Dobo Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Kantor Perwakilan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pengawasan di wilayah Kepulauan Aru.
"Kolaborasi dengan Kementerian Perhubungan menjadi salah satu kunci dalam memastikan setiap lalu lintas media pembawa dapat diawasi secara optimal tanpa menghambat kelancaran distribusi barang maupun penumpang," katanya.
Ia menjelaskan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memiliki peran dalam pengelolaan operasional pelabuhan sebagai pintu masuk dan keluar utama komoditas antardaerah, sehingga koordinasi diperlukan untuk mendukung pemeriksaan karantina terhadap barang yang diangkut melalui jalur laut.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara berperan dalam penyelenggaraan operasional bandar udara yang menjadi jalur pergerakan komoditas bernilai tinggi dan berisiko tinggi melalui transportasi udara, sehingga sinergi antarlembaga diperlukan untuk mempercepat pertukaran informasi serta mendukung pengawasan sesuai ketentuan perkarantinaan.
Menurut Willy, pihaknya memperkuat penyelarasan prosedur operasional di pelabuhan dan bandar udara, penguatan koordinasi pengawasan, serta pertukaran data untuk memastikan lalu lintas media pembawa hewan, ikan, tumbuhan, dan produknya memenuhi persyaratan karantina.
Ia mengatakan sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem pengawasan yang lebih terintegrasi pada seluruh tempat pemasukan dan pengeluaran di wilayah Kepulauan Aru, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan perlindungan terhadap sumber daya alam hayati Indonesia.
Willy menambahkan penguatan pengawasan menjadi penting seiring tingginya lalu lintas komoditas peternakan yang masuk maupun keluar dari Maluku.
Saat ini berdasarkan data sertifikasi dan pengawasan karantina selama Januari hingga Juni 2026, komoditas daging ayam, telur ayam dan daging sapi menjadi yang paling dominan masuk ke Ambon.
Telur ayam yang masuk ke Ambon dalam periode tersebut sejumlah total 12,95 juta butir melalui 471 kali pengiriman dari Jawa Timur.
Selain itu, BKHIT Maluku mencatat sebanyak 216.150 ekor day old chicken (DOC) atau ayam umur sehari didatangkan dari Sulawesi Selatan melalui 62 kali pengiriman jalur laut. Adapun komoditas daging ayam yang masuk dari Jawa Timur mencapai 7.359.305 kilogram melalui 137 kali pengiriman dengan sistem rantai dingin untuk menjaga mutu dan keamanan produk.
Di sisi lain, Maluku juga menjadi daerah pemasok komoditas peternakan bagi sejumlah wilayah di kawasan timur Indonesia. Selama Januari hingga Juni 2026, BKHIT Maluku mencatat pengiriman 60.924 butir telur ke Kabupaten Kaimana, Fakfak, Timika, Mimika, dan Halmahera Tengah melalui 24 kali pengiriman.
Selain itu, sebanyak 29.613 ekor sapi dilalulintaskan dari Maluku menuju Kaimana, Mimika, Jeneponto, Sorong, Wajo, dan Bone melalui 45 kali pengiriman. Pengiriman daging ayam dari Maluku juga mencapai 36,7 ton melalui 39 kali pengiriman dengan tujuan utama Kabupaten Kepulauan Sula dan Pulau Weda.
Menurut Willy, tingginya mobilitas komoditas tersebut semakin menegaskan pentingnya sinergi antara BKHIT dan instansi perhubungan agar pengawasan karantina berjalan efektif di setiap pintu masuk dan keluar, sekaligus menjamin kelancaran distribusi logistik yang aman, sehat dan sesuai ketentuan.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.