Ambon (ANTARA) -
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku meningkatkan akurasi data Luas Tambah Tanam (LTT) padi melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) pemetaan poligon lahan dan koordinasi pelaporan LTT yang digelar di Aula Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Maluku Barat Daya.
“Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas penyuluh pertanian agar pelaporan LTT sesuai dengan kondisi riil di lapangan sebagai dasar perencanaan peningkatan produksi pangan,” kata Kepala BBRMP Maluku Gunawan, di Ambon, Jumat.
Bimtek yang diselenggarakan melalui Penanggung Jawab Wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya tersebut diikuti Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Maluku Barat Daya, empat kepala bidang, tujuh staf Dinas Pertanian dan Pangan, serta 29 penyuluh pertanian dari berbagai wilayah di Kabupaten Maluku Barat Daya.
Kegiatan dibuka oleh Penanggung Jawab Wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Maluku Barat Daya, Thomas Katipana, mengenai arah dan kebijakan pembangunan pertanian di daerah tersebut.
Ia menegaskan, penyuluh pertanian memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan pertanian melalui pendampingan petani dan penguatan berbagai program peningkatan produksi pangan.
Pada sesi teknis, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pemetaan poligon lahan serta koordinasi pelaporan Luas Tambah Tanam (LTT) padi. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari penyuluh terkait kendala yang dihadapi di lapangan, terutama dalam penentuan batas poligon lahan dan pelaporan LTT yang akurat.
“Selain meningkatkan kemampuan teknis penyuluh, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mendorong pengembangan budidaya padi gogo di Kabupaten Maluku Barat Daya melalui percobaan penanaman di wilayah binaan masing-masing,” ujarnya.
Ia berharap, upaya tersebut dapat menjadi langkah awal dalam mengidentifikasi potensi pengembangan padi gogo sekaligus memperluas areal tanam di daerah.
Melalui Bimtek ini, BBRMP Maluku juga berharap kualitas pemetaan lahan dan pelaporan LTT padi semakin akurat, sehingga data yang dihasilkan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan dan evaluasi program yang lebih tepat sasaran.
“Penguatan kapasitas penyuluh juga diharapkan mampu mendukung percepatan peningkatan produksi padi serta mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan,” ucapnya.
Pewarta: Winda HermanUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.