Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku memastikan proyek strategis nasional (PSN) Lapangan Abadi Blok Masela akan memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal sesuai kebutuhan kompetensi sehingga investasi tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di daerah.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa di Ambon, Senin, mengatakan pemerintah daerah terus memperjuangkan agar putra-putri Maluku, khususnya Kabupaten Kepulauan Tanimbar, memperoleh kesempatan kerja yang lebih luas dalam pengembangan proyek migas tersebut.

"Posisi Pemerintah Provinsi Maluku tidak pernah berubah, yakni memastikan investasi Blok Masela memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Maluku, khususnya masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Karena itu kami mendorong agar rekrutmen tenaga kerja lokal menjadi prioritas sesuai kompetensi yang dibutuhkan," katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur saat menerima kunjungan Forum Masyarakat Tanimbar Maluku di Kantor Gubernur Maluku dalam rangka membahas dukungan terhadap percepatan pembangunan Lapangan Abadi Blok Masela, termasuk agenda peletakan batu pertama (groundbreaking) di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Selain penyerapan tenaga kerja lokal, Hendrik menjelaskan terdapat dua prinsip lain yang terus diperjuangkan Pemprov Maluku dalam pengembangan proyek tersebut, yakni pemanfaatan produk pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan operasional proyek serta pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Menurut dia, penggunaan hasil pertanian dan perikanan lokal diharapkan mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah dengan meningkatkan pendapatan petani, nelayan, dan pelaku usaha di Maluku.

Sementara itu, pelaksanaan program CSR, kata dia, harus difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi, pelatihan keterampilan, layanan kesehatan, serta program pemberdayaan masyarakat.

"Program CSR tidak boleh hanya bersifat seremonial. Program tersebut harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan mempersiapkan sumber daya manusia lokal agar mampu mengisi berbagai peluang kerja yang akan tercipta dari proyek ini," ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi yang aman dan kondusif serta memperkuat kolaborasi dalam mendukung investasi Blok Masela sebagai proyek strategis nasional.

Menurut Hendrik, dukungan tokoh masyarakat dan tokoh adat menjadi faktor penting dalam menjaga iklim investasi sekaligus menghadapi berbagai narasi negatif yang berpotensi menghambat pembangunan.

"Blok Masela merupakan kesempatan bersejarah bagi Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Provinsi Maluku karena menjadi investasi terbesar yang pernah hadir di daerah ini sejak Indonesia merdeka. Kami berharap proyek ini menjadi pengungkit transformasi ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," katanya.

Blok Masela yang mencakup Lapangan Gas Abadi merupakan salah satu cadangan gas terbesar di Indonesia, berlokasi sekitar 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Lapangan tersebut memiliki cadangan gas sekitar 18,54 triliun kaki kubik dengan kapasitas produksi yang dirancang mencapai 9,5 juta ton LNG per tahun serta 1.200 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD).

Proyek hulu migas senilai sekitar 20,94 miliar dolar AS atau setara Rp342 triliun tersebut ditargetkan mulai berproduksi pada 2029 dan diperkirakan mampu menyerap lebih dari 12.600 tenaga kerja selama tahap konstruksi maupun operasional.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026