Ambon (ANTARA) -
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku melakukan survei pasar dan pendataan harga komoditas pangan serta hortikultura di Kabupaten Kepulauan Aru guna memantau ketersediaan pasokan dan perkembangan harga.
“Hasil pemantauan menunjukkan ketersediaan pangan secara umum masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, meski harga sejumlah komoditas masih berfluktuasi akibat berbagai faktor,” kata Kepala BBRMP Maluku Gunawan, di Ambon, Senin.
Ia mengatakan, fluktuasi harga dipengaruhi oleh ketergantungan pasokan dari luar daerah, tingginya biaya transportasi antarpulau, kondisi cuaca yang memengaruhi kelancaran distribusi, serta perubahan tingkat permintaan masyarakat.
“Sebagai wilayah kepulauan, Kabupaten Kepulauan Aru memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga kesinambungan pasokan pangan sehingga stabilitas harga sangat bergantung pada kelancaran distribusi logistik,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga beras tercatat Rp17.000 per kilogram, cabai rawit Rp90.000 per kilogram, bawang merah Rp65.000 per kilogram, bawang putih Rp60.000 per kilogram, tomat Rp30.000 per kilogram, buncis Rp40.000 per kilogram, dan kacang panjang Rp20.000 per kilogram.
BBRMP Maluku mencatat komoditas yang sebagian besar masih dipasok dari luar daerah cenderung memiliki harga lebih tinggi dan lebih rentan mengalami perubahan akibat keterlambatan distribusi maupun peningkatan biaya angkut.
Hasil survei juga menunjukkan masih terbuka peluang untuk meningkatkan produksi pangan dan hortikultura lokal guna mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
Pengembangan budidaya komoditas hortikultura yang sesuai dengan kondisi agroekosistem setempat, disertai penerapan teknologi budidaya adaptif serta pendampingan kepada petani, diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan pangan lokal sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
“Upaya tersebut sejalan dengan program strategis Kementerian Pertanian dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi dalam negeri,” ucapnya.
Pewarta: Winda HermanUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.