Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku memperkuat kolaborasi lintas sektor bersama sejumlah instansi vertikal dan pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing produk perikanan melalui percepatan layanan ekspor, pemenuhan standar mutu internasional, serta penguatan rantai pasok dari hulu hilir.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku Achmad Jais Ely di Ambon, Selasa, mengatakan sinergi antarlembaga menjadi faktor penting dalam membuka akses pasar internasional sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah.
"Kolaborasi ini merupakan upaya bersama untuk memastikan produk perikanan Maluku mampu bersaing di pasar global, baik dari sisi kualitas, keamanan pangan, maupun kelancaran proses ekspornya," kata dia.
Ia mengatakan hasil nyata dari kolaborasi tersebut ditunjukkan melalui ekspor perdana PT Jayawi Ambon Internasional secara langsung dari Pelabuhan Yos Sudarso Ambon menuju Thailand.
Ekspor tersebut mencakup komoditas tuna loin sebanyak 11,63 ton dengan nilai mencapai Rp1,066 miliar. Menurut dia, keberhasilan itu menjadi tonggak penting karena produk perikanan Maluku kini dapat dikirim langsung ke pasar internasional tanpa melalui daerah lain.
"Proses ini tidak terjadi dalam waktu singkat. Persiapannya berlangsung sekitar dua tahun dengan melibatkan berbagai instansi agar seluruh persyaratan ekspor dapat dipenuhi," ujarnya.
Dirinya menjelaskan penguatan kolaborasi melibatkan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku serta Balai Pengujian dan Penerapan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Ambon dalam memberikan pendampingan penerbitan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP), sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), hingga penerbitan health certificate sebagai jaminan mutu dan keamanan produk.
Selain itu, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Disperindag, Bea Cukai, dan Pelindo Cabang Ambon bersinergi untuk memastikan kelancaran proses ekspor, mulai dari pengurusan dokumen hingga distribusi logistik di pelabuhan.
Di sisi lain, Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Ambon turut memperkuat daya saing melalui program diversifikasi pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah seperti abon ikan, nugget, sosis, kecap ikan, sohun ikan.
Menurut Jais, pengembangan produk olahan tersebut tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan nelayan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan dan memperluas peluang pasar bagi produk perikanan Maluku.
"Pemerintah Provinsi Maluku akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar volume ekspor dan ragam komoditas perikanan yang dipasarkan ke luar negeri semakin meningkat sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.