Ternate (ANTARA) - Musik Salai Jin merupakan salah satu warisan budaya tradisional dari Ternate, Maluku Utara (Malut). Musik tradisional Salai Jin menggunakan iringan musik rababu, suliang, rabano, dan tifa. Musik Salai Jin kerap mengiringi tarian tradisional masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) Malut, Budi Argap Situngkir mengatakan bahwa Salai Jin telah tercatat sebagai ekspresi budaya tradisional (EBT) dari Malut ke dalam pangkalan data Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkum, melalui surat pencatatan nomor EBT822026000212.
Argap dalam keterangannya menyampaikan bahwa pelindungan ekspresi budaya tradisional tersebut sebagai komitmen negara melindungi ragam kekayaan intelektual komunal yang telah hidup di dalam masyarakat sejak turun temurun.
Pelindungan tersebut, lanjut Argap, bertujuan untuk menjaga identitas dan martabat bangsa, dan melestarikan warisan budaya untuk generasi mendatang.
“Pelindungan ekspresi budaya tradisional termasuk musik Salai Jin ini merupakan ikhtiar melestarikan budaya masyarakat yang memiliki nilai sosial budaya. Serta dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat melalui pariwisata daerah,” ungkap Argap, Rabu (8/7).
Senada, Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Rian Arvin mengajak sinergi pemerintah daerah, komunitas masyarakat, media, kampus, dan seluruh pihak untuk bersama-sama mencatatkan potensi kekayaan intelektual komunal seperti ekspresi budaya, pengetahuan tradisional, potensi indikasi geografis, indikasi asal, dan lainnya.
“Masyarakat Maluku Utara memiliki tradisi budaya yang telah ada sejak dulu dan diwariskan secara turun temurun oleh generasi penerus. Tugas kita untuk tetap melestarikan budaya tersebut melalui pencatatan atas kekayaan intelektual komunal kepada Kementerian Hukum,” pungkasnya.
Musik Salai Jin berasal dari tabuhan tifa, suara gesekan arqbabu, dan lengkingan suara sang penyanyi terdengar dalam suasana mistis. Irama lagu yang cukup mendayu-dayu dengan nuansa Melayu mengiringi gerak para penari yang berpasangan. Musik tersebut mengiringi lantunan lirik lagu mistis yang menyatu dengan asap yang berasal dari bakaran kemenyan.
Pewarta: Abdul FatahUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.