Ambon (ANTARA) - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon memberikan pembinaan hortikultura kepada warga binaan melalui budidaya tanaman selada dengan sistem hidroponik sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan kemandirian mereka sebelum kembali ke masyarakat.

Plt Kepala Rutan Kelas IIA Ambon Jefry Persulessy di Ambon, Kamis, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang dikembangkan secara berkelanjutan agar warga binaan memiliki bekal keterampilan yang bernilai ekonomi.

"Pembinaan kemandirian tidak hanya berfokus pada pemberian keterampilan, tetapi juga membangun pola pikir yang produktif dan kreatif. Melalui budidaya selada hidroponik dan pemanfaatan limbah kelapa menjadi karya yang bernilai ekonomis, kami berharap warga binaan memiliki bekal yang dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha serta menjalani kehidupan yang lebih mandiri ketika kembali ke tengah masyarakat," kata dia.

Ia menjelaskan, dalam program budidaya selada hidroponik, warga binaan dilibatkan secara langsung sejak proses penyemaian benih, perawatan tanaman hingga masa panen.

Menurut dia, sistem hidroponik dipilih karena lebih efisien dalam penggunaan lahan dan air, sekaligus mampu menghasilkan tanaman yang sehat dan berkualitas.

"Hasil panen selada nantinya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan maupun dikembangkan sebagai produk yang memiliki nilai jual," ujarnya.

Selain pembinaan di bidang hortikultura, Rutan Kelas IIA Ambon juga mengembangkan keterampilan warga binaan melalui pemanfaatan limbah kelapa menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai estetika dan nilai ekonomi.

Pelatihan hortikultura dan pemanfaatan leimbah kelapa bagi warga binaan Rutan kelas IIA Ambon ANTARA/Dedy Azis

Berbagai bagian kelapa, seperti tempurung dan sabut, diolah menjadi produk kreatif sebagai bentuk pelatihan kewirausahaan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan limbah.

Jefry menegaskan pihaknya berkomitmen memastikan seluruh program pembinaan berjalan secara optimal dan berkelanjutan sebagai bagian dari peningkatan kualitas pembinaan yang berorientasi pada kemandirian warga binaan.

Sementara itu, Petugas Pembinaan Rutan Kelas IIA Ambon Rano mengatakan program tersebut disusun dengan mempertimbangkan potensi daerah sehingga keterampilan yang diberikan memiliki peluang untuk dikembangkan setelah warga binaan bebas.

"Budi daya hidroponik dan pengolahan limbah kelapa merupakan keterampilan yang relatif mudah dipelajari serta memiliki prospek ekonomi yang baik. Kami berharap keterampilan ini dapat menjadi bekal yang berguna bagi warga binaan setelah bebas nanti," katanya.

Salah seorang warga binaan, Clifort, mengaku memperoleh pengalaman baru melalui program tersebut.

"Saya belajar cara menanam selada dengan sistem hidroponik mulai dari penyemaian hingga panen. Selain itu, saya juga belajar mengolah limbah kelapa menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan keterampilan yang bisa saya gunakan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat," ujarnya.

Melalui pembinaan berbasis hortikultura dan pengolahan limbah kelapa itu, Rutan Kelas IIA Ambon berupaya menciptakan warga binaan yang produktif, kreatif, dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026