Ambon (ANTARA) - Universitas Pattimura (Unpatti) memperkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Waehapu Batu Merah mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pembelajaran berbasis praktik bagi mahasiswa.

Rektor Universitas Pattimura Prof. Freddy Leiwakabessy di Ambon, Jumat, mengatakan kolaborasi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

"Tri Dharma Perguruan Tinggi tidak cukup hanya dijalankan di lingkungan kampus. Perguruan tinggi harus hadir menjawab kebutuhan masyarakat melalui riset yang aplikatif, pendidikan yang relevan dengan dunia kerja, serta pengabdian yang memberi solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan. Karena itu, kemitraan dengan BPDAS menjadi bagian penting untuk memperkuat kualitas lulusan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata dia.

Menurut dia, kerja sama tersebut juga sejalan dengan kebijakan Kampus Berdampak yang mendorong mahasiswa memperoleh pengalaman belajar langsung di lapangan sehingga memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam berbagai program rehabilitasi hutan, pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), hingga pemberdayaan masyarakat akan memperkuat kemampuan akademik sekaligus membangun kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Alumni Fakultas Pertanian Unpatti Dr. Jeter Donald Siwalette mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah nyata fakultas dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang lebih dekat dengan kebutuhan pembangunan, khususnya di bidang kehutanan, lingkungan hidup, dan pengelolaan DAS.

"Kolaborasi ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kerja sama ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh teori di ruang kuliah, tetapi juga pengalaman praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja," ujarnya.

Ia menjelaskan ruang lingkup kerja sama meliputi program magang, praktik kerja lapangan, penelitian bersama, rehabilitasi hutan dan lahan, asistensi mengajar, proyek independen di bidang kehutanan, Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik, hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Selain itu, penandatanganan kerja sama juga dilakukan oleh Program Studi Kehutanan yang diwakili Sekretaris Jurusan Kehutanan Dr. Jan W. Hatulesila dan Program Studi Ilmu Lingkungan yang diwakili Ketua Program Studi Dr. D.V. Pattimahu.

Salah satu poin utama dalam kerja sama tersebut, kata dia, adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti proses pembelajaran di lingkungan BPDAS selama satu semester dengan pengakuan beban belajar setara 20 satuan kredit semester (SKS) sesuai ketentuan akademik.

Sementara itu, Kepala BPDAS Waehapu Batu Merah Eko Suroso mengatakan pihaknya menyambut baik kemitraan tersebut karena dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendukung pengelolaan daerah aliran sungai yang berkelanjutan.

"Hasil kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Maluku," katanya.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing sekaligus memperkuat kontribusi Unpatti dalam mendukung pembangunan sektor kehutanan, rehabilitasi hutan dan lahan, serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan di Provinsi Maluku.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026