Ambon (ANTARA) -
Kepolisian Daerah (Polda) Maluku mematangkan pengamanan menjelang peletakan batu pertama ("groundbreaking") Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Juli 2026.
Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto di Ambon, Jumat (10/7), mengatakan "groundbreaking" PSN Blok Masela direncanakan dihadiri Presiden Republik Indonesia sehingga seluruh personel harus memahami bahwa pengamanan menggunakan standar "Very Very Important Person" (VVIP).
"Karena direncanakan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, seluruh personel harus memahami bahwa pengamanan ini menggunakan standar VVIP. Dalam operasi seperti ini berlaku prinsip zero tolerance terhadap kesalahan," katanya.
Menurut Dadang, "groundbreaking" Blok Masela merupakan agenda strategis nasional yang tidak hanya berkaitan dengan pembangunan proyek, tetapi juga mendukung ketahanan energi nasional dan iklim investasi di Indonesia.
Ia mengatakan kesiapan pengamanan dilakukan melalui latihan praoperasi untuk menyamakan persepsi, meningkatkan kemampuan teknis dan taktis personel, serta memastikan seluruh prosedur pengamanan VVIP berjalan sesuai standar.
Kapolda meminta seluruh personel mengantisipasi berbagai potensi gangguan, mulai dari ancaman terorisme, sabotase, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, hingga aksi unjuk rasa melalui langkah preemtif, preventif, intelijen, dan penegakan hukum secara terukur.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh instansi pendukung agar pengamanan berjalan sesuai rencana.
"Tidak boleh ada ego sektoral maupun miskomunikasi. Seluruh unsur harus bergerak sebagai satu komando sesuai pembagian tugas masing-masing," ujarnya.
Selain kesiapan personel, Dadang meminta seluruh peserta latihan memiliki kemampuan membaca perkembangan situasi dan memahami berbagai skenario pengamanan, termasuk apabila terjadi perubahan kategori kunjungan pejabat negara.
Pewarta: Winda HermanEditor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.