Ambon (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Maluku memperkuat budaya sekolah sehat sebagai fondasi untuk mewujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) melalui sinergi dan kolaborasi antara sekolah, keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Maluku dr. Elna Sitourisme Anakotta di Ambon, Rabu, menyampaikan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga berperan penting dalam melindungi kesehatan fisik, mental, sosial, serta menciptakan lingkungan yang aman bagi peserta didik.

“Penguatan budaya sekolah sehat menjadi penting karena masih terdapat berbagai tantangan kesehatan yang dihadapi anak usia sekolah,” kata dia.

Ia melanjutkan, berdasarkan data yang mengacu pada Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dan Global School-based Student Health Survey (GSHS) 2023, sebanyak 16,3 persen remaja mengalami anemia, 58 persen anak usia sekolah kurang melakukan aktivitas fisik, 19,3 persen remaja mengalami adiksi internet, serta 10,7 persen peserta didik pernah memiliki kecenderungan mencoba bunuh diri.

"Data tersebut menunjukkan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat strategis untuk menjaga kesehatan dan masa depan anak," ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa sekolah sehat dibangun melalui empat pilar utama, yakni kesehatan fisik, kesehatan mental, kesehatan sosial, dan lingkungan sekolah yang sehat.

Pada aspek kesehatan fisik, sekolah didorong untuk meningkatkan pemenuhan gizi seimbang, aktivitas fisik, imunisasi, serta skrining kesehatan. Sementara pada aspek kesehatan mental, sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan bebas perundungan (bullying), mendukung kesehatan mental peserta didik, serta membangun rasa percaya diri dan keberanian menyampaikan pendapat.

Selain itu, sekolah juga didorong membangun kesehatan sosial melalui sikap saling menghormati, toleransi, inklusivitas, dan budaya gotong royong, serta menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, aman, nyaman, dan bebas asap rokok.

“Sebagai bentuk dukungan terhadap BSAN, Dinas Kesehatan Maluku berkomitmen memperkuat Unit Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M), meningkatkan promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), melaksanakan skrining kesehatan peserta didik, imunisasi dan suplementasi gizi, edukasi kesehatan jiwa dan kesehatan reproduksi, serta memperkuat kolaborasi puskesmas dengan sekolah,” kata dia.

Selain itu, sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan sekolah untuk membangun budaya sekolah sehat, antara lain membiasakan PHBS, menerapkan gizi seimbang, mendorong aktivitas fisik secara rutin, menciptakan lingkungan bebas perundungan, melakukan skrining kesehatan berkala, serta melibatkan orang tua dan masyarakat dalam mendukung kesehatan peserta didik.

Dinas Kesehatan Maluku menekankan bahwa keberhasilan budaya sekolah aman dan nyaman membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan, meliputi satuan pendidikan, guru dan tenaga kependidikan, orang tua, puskesmas, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta masyarakat dan mitra pembangunan.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026