Ambon (ANTARA) -

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, mengevaluasi kerja sama dengan daerah penyangga sebagai salah satu langkah memperkuat pengendalian inflasi setelah kenaikan inflasi daerah menjadi 3,78 persen.

“Saya ingin mendapatkan laporan dari dinas teknis mengenai apa saja yang sudah dilakukan. Kemudian kerja sama dengan daerah penyangga, apakah memorandum of understanding (MoU) yang sempat ditandatangani masih berlaku, termasuk proses komunikasinya,” kata Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta di Ambon, Rabu.

Ia mengatakan, evaluasi tersebut dilakukan dalam rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk meninjau tindak lanjut hasil rapat sebelumnya, termasuk efektivitas kerja sama antardaerah dalam menjaga pasokan bahan pangan.

Menurutnya, rapat evaluasi rutin menjadi sarana untuk memantau perkembangan berbagai langkah yang telah dilakukan pemerintah dalam mengendalikan laju inflasi, sehingga setiap perangkat daerah diharapkan melaporkan perkembangan program yang telah dijalankan.

Ia menambahkan, evaluasi tersebut juga menjadi bagian dari pertanggungjawaban perangkat daerah terhadap pelaksanaan program pengendalian inflasi yang telah disepakati bersama.

“Setiap kali evaluasi seperti ini, yang ingin saya lihat adalah tindak lanjut hasil rapat sebelumnya, apakah sudah ada perkembangan terhadap angka inflasi kita,” ujarnya.

Selain mengevaluasi implementasi program di lapangan, rapat TPID juga membahas penyusunan laporan kepada pemerintah pusat mengenai berbagai strategi yang telah dilakukan Pemkot Ambon dalam mengendalikan inflasi.

Berdasarkan hasil evaluasi TPID, tingkat inflasi Kota Ambon tercatat sebesar 3,78 persen atau meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang berada pada angka 2,84 persen. Kenaikan tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk daerah penyangga, guna menjaga kelancaran pasokan dan stabilitas harga pangan.



Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026