Ambon (ANTARA) - Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon menggencarkan pelatihan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai upaya meningkatkan kompetensi akademisi dan mahasiswa agar mampu memanfaatkan teknologi digital secara produktif, etis, dan relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan maupun dunia kerja.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Pattimura Prof Dominggus Malle di Ambon, Maluku, Kamis, mengatakan penguatan literasi AI menjadi bagian dari strategi kampus dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan pesatnya transformasi teknologi.

"Perkembangan Artificial Intelligence merupakan bagian dari transformasi teknologi yang harus dipahami dan dimanfaatkan secara bijak oleh mahasiswa untuk mendukung proses pembelajaran, riset, serta pengembangan kompetensi di era digital," katanya.

Menurut Prof. Malle, AI bukan teknologi yang hadir secara tiba-tiba, melainkan hasil perkembangan panjang dunia komputasi dan teknologi informasi yang telah diprediksi sejak era awal mesin pencari internet berkembang.

Ia menjelaskan AI bekerja melalui proses pembelajaran berbasis big data yang memungkinkan sistem mengenali pola, mengolah informasi, menganalisis data, hingga menghasilkan respons berdasarkan pengetahuan yang telah dipelajari.

Sebagai ilustrasi, kata dia, mekanisme AI serupa dengan proses manusia mengenali suatu objek. Setelah memperoleh informasi mengenai objek tersebut, seseorang akan mampu mengidentifikasinya kembali ketika menemui objek yang sama, sementara AI melakukan proses serupa melalui pembelajaran dari kumpulan data dalam jumlah besar.

Menurutnya, pemanfaatan AI harus diarahkan untuk memperkuat kualitas pembelajaran dan penelitian, bukan menggantikan proses berpikir kritis maupun kreativitas mahasiswa.

"Mahasiswa perlu memiliki literasi digital yang baik agar mampu menggunakan AI secara kritis, bertanggung jawab, dan beretika sehingga teknologi ini menjadi alat pendukung dalam belajar, penelitian, dan inovasi, bukan sekadar sarana memperoleh jawaban secara instan," ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Unpatti telah menginisiasi berbagai pelatihan literasi AI, mulai dari pelatihan AI Prompting hingga kolaborasi dengan AI Ignition Indonesia, Kumpul, dan Grasberg Academy untuk membekali mahasiswa menghadapi tantangan era digital.

Salah satu program yang dijalankan menyasar mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah agar memiliki keterampilan memanfaatkan AI dalam proses akademik sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global.

Selain meningkatkan kapasitas mahasiswa, rektorat juga mendorong penerapan AI secara etis di lingkungan kampus melalui penguatan integritas akademik, sehingga penggunaan teknologi tetap sejalan dengan nilai-nilai ilmiah dan kejujuran akademik.

Upaya tersebut juga diperluas melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dosen dari berbagai program studi, termasuk Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kabupaten Maluku Barat Daya memberikan pelatihan pemanfaatan aplikasi berbasis AI seperti ChatGPT dan Canva AI kepada generasi muda di daerah.

Prof Malle berharap berbagai program tersebut dapat memperluas pemahaman sivitas akademika terhadap perkembangan AI sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Teknologi AI harus dimanfaatkan untuk menghasilkan solusi dan inovasi yang berdampak bagi pembangunan. Karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menyiapkan lulusan yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya secara bertanggung jawab," katanya.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026