Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku bersama Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian memperkuat sinergi pengembangan industri berbasis potensi daerah guna meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, serta mendorong hilirisasi komoditas unggulan Maluku.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku Achmad Jais Ely di Ambon, Senin, mengatakan penguatan kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi sumber daya lokal agar memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

"Melalui audiensi bersama Direktorat Jenderal IKMA Kementerian Perindustrian, kami membahas strategi penguatan ekosistem industri berbasis potensi lokal. Fokusnya adalah hilirisasi, inovasi, pengembangan kapasitas pelaku IKM, hingga perluasan akses pasar," katanya.

Ia menjelaskan, dalam pertemuan itu, Disperindag Maluku memaparkan konsep penguatan ekosistem industri yang memanfaatkan potensi unggulan daerah sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi.

Menurut dia, pengembangan industri berbasis potensi lokal tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta menciptakan ekosistem industri yang berkelanjutan.

"Dengan dukungan pemerintah pusat, kami optimistis pelaku IKM di Maluku dapat meningkatkan daya saing produknya sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah," ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara Pemerintah Provinsi Maluku dan Ditjen IKMA juga diharapkan mempercepat pengembangan industri pengolahan berbasis komoditas unggulan, sehingga tidak lagi bergantung pada penjualan bahan baku mentah.

Selain menjadi forum penyampaian program prioritas daerah, audiensi tersebut menjadi wadah penyelarasan kebijakan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mempercepat pengembangan sektor industri kecil dan menengah.

Ia juga mengatakan kolaborasi tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam membangun industri yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing melalui pemanfaatan potensi lokal secara optimal.

"Ke depan kami berharap sinergi ini mampu membuka peluang investasi, memperkuat kemitraan usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan industri berbasis potensi daerah," katanya.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku, saat ini jumlah Industri Kecil dan Menengah (IKM) di daerah itu mencapai sekitar 8.500 unit yang tersebar di 11 kabupaten/kota.

Pemerintah Provinsi Maluku terus melakukan pembinaan terhadap pelaku IKM melalui berbagai program peningkatan kapasitas usaha, penguatan daya saing produk lokal, perluasan akses permodalan, hingga membuka peluang pasar yang lebih luas agar industri berbasis potensi daerah mampu berkembang dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026