Ambon (ANTARA) - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Kota menanam sebanyak 22.000 pohon mangrove secara serentak di 18 kawasan pesisir di Indonesia dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia sebagai upaya mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.

“Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program PNM Green Impact yang melibatkan pemerintah daerah, komunitas lingkungan, masyarakat, serta nasabah binaan PNM,” kata Pimpinan PT PNM Cabang Ambon Sigit Evry Dayanto, di Ambon, Maluku,  Rabu.

Ia mengatakan, pelestarian lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang diwujudkan melalui program PNM Green Impact.

“Melalui kegiatan ini, PNM ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian ekosistem pesisir. Penanaman mangrove bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga menanam harapan bagi lingkungan yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Sigit, pelestarian lingkungan tidak dapat dipisahkan dari upaya pemberdayaan masyarakat karena banyak nasabah PNM menggantungkan mata pencaharian pada ekosistem pesisir, mulai dari sektor perikanan, budidaya hasil laut, perdagangan, hingga usaha kuliner berbasis hasil tangkapan nelayan.

Ia menjelaskan, kerusakan kawasan pesisir akibat abrasi maupun perubahan lingkungan tidak hanya mengancam kelestarian alam, tetapi juga berdampak terhadap keberlangsungan usaha dan penghidupan masyarakat.

Selain melindungi pantai dari abrasi, intrusi air laut, dan gelombang ekstrem, mangrove juga berfungsi sebagai habitat berbagai biota laut serta berperan penting dalam menyerap karbon sehingga mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

Sigit menambahkan, ekosistem mangrove juga membuka berbagai peluang ekonomi baru bagi masyarakat, seperti pembibitan mangrove, pengembangan ekowisata, budidaya perikanan ramah lingkungan, hingga pengolahan produk bernilai tambah yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir.

Melalui program PNM Green Impact, PNM menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemberdayaan masyarakat tidak hanya melalui akses pembiayaan dan pendampingan usaha, tetapi juga dengan menjaga kelestarian lingkungan sebagai fondasi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Program penanaman mangrove itu menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan PNM dalam menjaga ekosistem pesisir. Sejak 2024 hingga 2026, PNM telah menanam sebanyak 196.700 pohon mangrove di 58 lokasi di berbagai wilayah Indonesia.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Ambon bersama Desa Waiheru mengapresiasi kepedulian PNM terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman mangrove.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kepedulian PNM terhadap lingkungan seperti penanaman mangrove ini. Program ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan, tetapi juga meningkatkan ekonomi petani mangrove dan masyarakat di sekitarnya,” ucap Kepala DLHP Ambon Apries Gasperzs.



Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026