Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku berupaya memaksimalkan pemanfaatan potensi para sarjana sebagai agen perubahan yang mampu menjawab tantangan pembangunan di era Society 5.0 melalui penguatan karakter, penguasaan teknologi, dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku Sadali Ie di Ambon, Rabu, mengatakan lulusan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk berkontribusi terhadap pembangunan daerah di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

"Di era Society 5.0, tantangan utamanya adalah bagaimana menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan peran manusia, memperkuat kualitas sumber daya manusia, serta mengatasi kesenjangan digital antar-wilayah. Gelar akademik yang saudara sandang harus dimaknai sebagai tanggung jawab moral dan intelektual untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa," kata Sadali pada wisuda Universitas Pattimura (Unpatti).

Ia menjelaskan Society 5.0 merupakan era yang menempatkan teknologi sebagai instrumen untuk menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Internet of Things (IoT), dan digitalisasi di berbagai sektor harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan kompetitif.

Menurut dia, penguasaan teknologi saja tidak cukup tanpa didukung karakter yang kuat.

Oleh sebab itu, pemerintah daerah mendorong lulusan perguruan tinggi memiliki integritas, etika, empati sosial, dan tanggung jawab dalam setiap peran yang dijalankan.

"Penguatan karakter dan moral menjadi fondasi utama dalam menghadapi perubahan. Kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan integritas, etika, empati sosial, serta tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat," ujarnya.

Sadali mengharapkan para lulusan juga mampu menjadi pemecah masalah atas berbagai persoalan di masyarakat dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan.

Pemerintah Provinsi Maluku mengharapkan kepada generasi muda untuk terus berinovasi, berkolaborasi, serta memanfaatkan teknologi guna mendukung percepatan pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh mengikis identitas budaya dan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi jati diri masyarakat Maluku.

"Nilai budaya dan etika ketimuran harus tetap menjadi landasan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi sehingga perkembangan zaman tidak menghilangkan karakter generasi muda," katanya.

Ia mengajak perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu mendukung visi pembangunan daerah menuju Maluku yang adil dan sejahtera serta menyongsong Indonesia Emas 2045.

Pada wisuda Universitas Pattimura periode Juli 2026, sebanyak 1.036 lulusan dari jenjang sarjana, profesi, magister, dan doktor dikukuhkan sebagai bagian dari sumber daya manusia yang diharapkan berkontribusi bagi pembangunan Maluku dan nasional.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026