Ambon (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Maluku memperkuat program transmigrasi lokal serta mendukung pelaksanaan Ekspedisi Patriot Transmigrasi sebagai upaya membangun pusat-pusat ekonomi baru dan mempercepat pengentasan kemiskinan di daerah kepulauan.

Kepala Disnakertrans Maluku M. Rizal Latuconsina di Ambon, Kamis, mengatakan konsep transmigrasi di Maluku perlu disesuaikan dengan karakteristik wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan lahan dan tingkat kepadatan penduduk yang terus meningkat di sejumlah kawasan.

"Yang paling tepat dan paling cocok di Maluku adalah melakukan percepatan atau penguatan transmigrasi lokal dengan tetap mendukung ekspedisi patriot. Kepadatan penduduk di sejumlah desa, termasuk di Pulau Ambon, sudah semakin tinggi, sehingga perlu dilakukan pemerataan penduduk yang tetap memperhatikan potensi ekonomi setiap wilayah," katanya.

Ia menjelaskan pemerintah daerah juga mendukung salah satu program Kementerian Transmigrasi, yakni Ekspedisi Patriot Transmigrasi, yang melibatkan sumber daya manusia unggul dari berbagai perguruan tinggi untuk memetakan potensi ekonomi di kawasan transmigrasi.

Menurut Rizal, beberapa waktu lalu tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) telah melakukan kajian di Maluku terkait potensi pengembangan kawasan transmigrasi.

"Kami sudah berkomunikasi dengan tim tersebut dan meminta hasil kajian mereka agar potensi-potensi ekonomi yang telah diidentifikasi dapat disampaikan kepada pemerintah daerah sebagai dasar dalam menyusun program transmigrasi lokal, serta ekspedisi patriot," ujarnya.

Ia mengatakan hasil pemetaan tersebut diharapkan dapat menjadi acuan dalam mengembangkan sektor-sektor ekonomi unggulan yang sesuai dengan karakteristik wilayah, sehingga kawasan transmigrasi tidak hanya menjadi lokasi pemukiman baru, tetapi juga mampu menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi.

Rizal menilai kawasan transmigrasi di Maluku seharusnya lebih difokuskan pada pengembangan sektor pertanian sebagai basis utama ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kawasan transmigrasi harus diarahkan menjadi sentra pertanian. Jangan terlalu banyak masuk ke sektor yang tidak berkaitan langsung dengan pengembangan hasil pertanian, karena potensi itu yang paling besar untuk dikembangkan," katanya.

Ia menambahkan pengembangan kawasan sekitar Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela juga menjadi salah satu peluang yang dapat diintegrasikan dengan program transmigrasi lokal dan ekspedisi patriot.

Menurut dia, kawasan tersebut dapat dikembangkan menjadi sentra pertanian, peternakan, dan penyedia logistik guna memenuhi kebutuhan masyarakat maupun aktivitas industri migas yang akan berkembang di wilayah itu.

"Kalau kawasan sekitar Blok Masela dipersiapkan dengan baik melalui transmigrasi lokal dan ekspedisi patriot, akan tumbuh kawasan pertanian dan peternakan yang mampu menyuplai kebutuhan logistik. Ini sekaligus membuka lapangan kerja, membangun pusat ekonomi baru, dan menjadi salah satu instrumen untuk mengurangi kemiskinan ekstrem di Maluku," kata Rizal.

Ia menambahkan keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, media, dan masyarakat agar pembangunan kawasan transmigrasi dapat berlangsung secara berkelanjutan serta memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat Maluku.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Maluku perkuat transmigrasi lokal-ekspedisi patriot bangun daerah

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026