Ambon (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Kanwil Ditjen) Imigrasi Maluku menghadirkan layanan Eazy Passport di Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Maluku untuk mempermudah pengurusan paspor bagi jamaah calon haji, sekaligus memperluas akses pelayanan keimigrasian.

Kepala Bidang Dokumen Perjalanan, Izin Tinggal, dan Status Keimigrasian (Dokjal Intaltuskim) Kanwil Ditjen Imigrasi Maluku Sukri Martin di Ambon, Selasa, mengatakan layanan jemput bola tersebut merupakan bagian dari komitmen Direktorat Jenderal Imigrasi dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif melalui pendekatan langsung kepada masyarakat.

"Layanan Eazy Passport ini kami hadirkan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat, khususnya jamaah calon haji, sehingga proses pengurusan dokumen perjalanan dapat dilakukan lebih praktis tanpa harus datang ke kantor Imigrasi," katanya.

Ia menjelaskan pada pelaksanaan tahap pertama, layanan tersebut melayani 50 orang jamaah calon haji tahun 2027 yang melakukan permohonan paspor di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Ambon.

Menurut dia, keberadaan layanan paspor tersebut di lokasi pemohon diharapkan mampu mempercepat proses administrasi sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam memenuhi persyaratan dokumen perjalanan menuju pelaksanaan ibadah haji.

Dia mengatakan,layanan Eazy Passport bagi jamaah calon haji Kota Ambon akan dilaksanakan secara bertahap menyesuaikan jumlah kuota jamaah yang mencapai 300 orang pada musim haji 2027.

"Pelaksanaan dilakukan dalam empat tahap agar seluruh jamaah memperoleh pelayanan secara optimal serta memastikan proses penerbitan paspor berjalan tertib, lancar, dan tepat waktu," ujarnya.

Ia menilai inovasi pelayanan jemput bola tersebut perlu terus dikembangkan agar semakin efektif dan efisien, tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Kami mengapresiasi pelaksanaan Eazy Passport ini sebagai bentuk komitmen Imigrasi dalam memberikan kemudahan kepada masyarakat, khususnya jamaah calon haji," ujarnya.

Ke depan, kata dia, layanan ini harus terus dioptimalkan agar semakin efektif dan efisien, sehingga proses pelayanan dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat.

"Kepuasan masyarakat merupakan kewajiban yang harus dapat kami penuhi melalui pelayanan yang profesional, cepat, dan berkualitas," katanya.

Menurut Sukri, penguatan layanan berbasis kebutuhan masyarakat menjadi salah satu strategi Direktorat Jenderal Imigrasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk melalui inovasi yang memungkinkan petugas mendatangi lokasi pemohon.

Dengan pendekatan tersebut, kata dia, masyarakat tidak hanya memperoleh kemudahan akses, tetapi juga kepastian pelayanan yang lebih cepat dan efisien, sehingga pengurusan dokumen perjalanan dapat diselesaikan sesuai kebutuhan dan jadwal keberangkatan ibadah haji.

Ia berharap layanan Eazy Passport dapat terus dimanfaatkan berbagai kelompok masyarakat yang membutuhkan pelayanan kolektif, sehingga kehadiran Imigrasi semakin dirasakan melalui pelayanan publik yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026