Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai setiap Presiden Republik Indonesia memiliki gaya pidato yang berbeda sesuai karakter dan latar belakang masing-masing, termasuk Presiden Prabowo Subianto.
Fadli menyampaikan pandangan tersebut di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Rabu, saat menanggapi gaya komunikasi Presiden Prabowo kepada publik.
"Ada Bung Karno yang juga menggebu-gebu, Pak Harto yang kalem, Pak Habibie yang mungkin lebih kepada teknologi, Gus Dur banyak bercandanya, Bu Mega yang sangat formal, begitu juga dengan Pak SBY dan Pak Jokowi," katanya.
Menurut Fadli, gaya pidato Presiden Prabowo tidak banyak berubah sejak dulu karena selalu menyampaikan pemikiran secara konseptual.
Ia menilai penggunaan metafora maupun celetukan dalam pidato Presiden merupakan cara untuk membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus mempermudah penyampaian pesan.
Menurut dia, Presiden Prabowo juga lebih sering menyampaikan pidato untuk menjelaskan berbagai kebijakan pemerintah agar dipahami masyarakat sebagai bagian dari kepentingan nasional.
Fadli mengatakan setiap kritik terhadap pemerintah tetap diperlukan sebagai bagian dari proses demokrasi.
Namun, ia berharap kritik yang disampaikan bersifat argumentatif, memiliki dasar yang jelas, dan berfokus pada substansi persoalan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Fadli Zon: Setiap presiden memiliki gaya pidato berbeda
Pewarta: Bagus Ahmad RizaldiUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.