Ambon (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Maluku menilai daerah itu perlu membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Pelatihan Minyak dan Gas (Migas) guna menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja pada Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela.

Kepala Disnakertrans Provinsi Maluku M. Rizal Latuconsina di Ambon, Rabu (5/7), mengatakan keperluan mendesak tersebut telah disampaikan kepada Gubernur Maluku sebagai langkah membangun sistem penyiapan tenaga kerja yang terintegrasi untuk mendukung proyek migas berskala nasional tersebut.

"Kami menyampaikan kepada Gubernur perlunya dibentuk suatu balai yang berada di bawah Dinas Tenaga Kerja yang kami sebut Balai Pelatihan Vokasi Migas," katanya.

Menurut Rizal, keberadaan UPTD tersebut diharapkan menjadi pusat pelatihan sekaligus pintu utama dalam penyediaan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri migas.

Ia mengatakan langkah itu bertujuan memastikan keterlibatan SDM asal Maluku dalam berbagai proyek strategis, khususnya pengembangan Blok Masela, tanpa menutup peluang bagi tenaga kerja dari luar daerah.

"Ini bukan berarti membatasi tenaga kerja dari luar. Namun, kalaupun ada tenaga kerja dari luar, kami harapkan terjadi transfer ilmu pengetahuan atau transfer of knowledge sehingga anak-anak Maluku benar-benar dapat memanfaatkan secara maksimal keberadaan PSN Blok Masela," ujarnya.

Selain pembentukan balai pelatihan, Disnakertrans juga mengusulkan penerapan skema zonasi dalam perekrutan tenaga kerja guna menciptakan pemerataan kesempatan kerja dan mengurangi potensi konflik sosial.

Ia menjelaskan skema tersebut membagi prioritas tenaga kerja ke dalam tiga zona, yakni Zona A yang diprioritaskan bagi masyarakat di sekitar wilayah proyek, meliputi Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya, Zona B bagi tenaga kerja dari kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Maluku, serta Zona C bagi tenaga kerja dari luar Provinsi Maluku.

"Kami melihat perlu adanya sistem zonasi agar lebih berkeadilan. Bagaimanapun harapan besar masyarakat Maluku adalah SDM kita tidak boleh tertinggal dan harus mengambil peran yang besar dalam proyek ini," katanya.

Rizal menilai keberadaan Blok Masela menjadi momentum strategis bagi peningkatan kualitas tenaga kerja daerah. Karena itu, pemerintah daerah perlu menyiapkan pelatihan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri sejak tahap konstruksi hingga operasional.

Blok Masela merupakan salah satu wilayah kerja minyak dan gas bumi terbesar di Indonesia yang berada di Laut Arafura, sebelah selatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Proyek pengembangan Lapangan Abadi di blok tersebut memiliki nilai investasi sekitar 20,9 miliar dolar AS dan ditargetkan mulai berproduksi pada 2029–2030.

Proyek yang dipimpin INPEX Masela Ltd. sebagai operator bersama PT Pertamina Hulu Energi dan Petronas Masela Sdn. Bhd. itu ditargetkan memproduksi sekitar 9,5 juta ton gas alam cair (LNG) per tahun, selain gas pipa dan kondensat, sehingga diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.

 



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026